Senior High
Economics
MATERI EKONOMI KELAS XI [LENGKAP]
11
316
2
Rangkuman EKONOMI Kelas XI Lengkap
Hai semua! Ini rangkuman Ekonomi yang sudah aku susun biar lebih mudah dipahami. Semoga membantu teman-teman yang lagi persiapan ujian atau sekadar ingin belajar materi ini. Happy studying!
Jangan lupa follow akun Instagram @belajarer untuk mendapatkan berbagai informasi tentang study
Check Clearnote Belajarer
DM untuk dapatkan file materi lengkap dan request materi
#Belajarer #ekonomi #pendapatan #nasional #ips
コメント
ログインするとコメントすることができます。ノートテキスト
ページ1:
RANGKUMAN MODUL EKONOMI KELAS XI APBN & APBD Oleh: @Belajarer Deskripsi Singkat: Modul ini membahas tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Melalui rangkuman ini, kita akan mempelajari pengertian, fungsi, tujuan, mekanisme penyusunan, komponen penerimaan dan belanja, serta pengaruhnya terhadap pembangunan ekonomi. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1: Pengertian, Fungsi, Tujuan & Mekanisme APBN 1. Pengertian APBN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). APBN merupakan perwujudan dari Pasal 23 UUD 1945. Secara luas, APBN diartikan sebagai daftar yang merinci segala pendapatan dan pengeluaran suatu negara dalam satu periode (1 Januari - 31 Desember). Rangkuman Ekonomi @Belajarer Halaman 1
ページ2:
2. Fungsi APBN Terdapat 6 fungsi utama APBN yang dijalankan oleh Kementerian Keuangan: ⚫ Fungsi Alokasi: Membagi anggaran secara proporsional untuk melakukan pengalokasian pembangunan, memangkas pengangguran, serta menambah daya guna perekonomian. ⚫ Fungsi Distribusi: Menyalurkan pendapatan negara secara adil dan merata antardaerah atau antarkelompok masyarakat (misal lewat subsidi atau bansos). ⚫ Fungsi Stabilisasi: Menjaga keseimbangan fundamental perekonomian, mengendalikan inflasi, dan menjaga stabilitas moneter negara. • Fungsi Otoritas: Anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan. ⚫Fungsi Perencanaan: Menjadi acuan bagi negara untuk merencanakan kegiatan pada tahun tersebut. • Fungsi Regulasi: Mendorong jalannya kegiatan ekonomi nasional secara keseluruhan agar berjalan lancar. 3. Tujuan APBN & Mekanisme Penyusunan Tujuan: Sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran negara agar peningkatan produksi, kesempatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi dapat tercapai demi kesejahteraan masyarakat. Mekanisme Penyusunan: 1. Pemerintah (Presiden & Kementerian) menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN). 2. RAPBN diajukan kepada DPR untuk dibahas bersama. 3. Keputusan DPR: Jika DPR menyetujui, maka RAPBN disahkan menjadi APBN (Undang-Undang). ⚫ Jika DPR menolak, maka pemerintah harus menggunakan APBN tahun lalu. Rangkuman Ekonomi @Belajarer Halaman 2
ページ3:
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2: Komponen Penerimaan, Belanja Negara & Pengaruh APBN STRUKTUR KESEIMBANGAN ANGGARAN ENDAPATA BELANJA 1. Komponen Pendapatan Negara Penerimaan negara dibagi menjadi dua sektor utama ditambah hibah: ⚫ Penerimaan Perpajakan: Sumber pendapatan terbesar negara yang terdiri dari Pajak Dalam Negeri (PPh, PPN, PBB, Cukai) dan Pajak Perdagangan Internasional (Bea Masuk, Bea Keluar). • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Penerimaan dari pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), bagian pemerintah atas laba BUMN, serta penerimaan layanan institusi pemerintah. . • Hibah: Penerimaan berupa hadiah/bantuan dari negara donor atau lembaga internasional yang sifatnya tidak perlu dibayar kembali. 2. Komponen Belanja Negara Kategori Belanja Belanja Pemerintah Pusat Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Komponen/ Cakupan Belanja Belanja Pegawai (gaji, tunjangan), Belanja Barang, Belanja Modal (infrastruktur), Pembayaran Bunga Utang, Subsidi, Hibah, Bansos. Dana Perimbangan: Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH). Plus Dana Otonomi Khusus dan Dana Desa. Rangkuman Ekonomi @Belajarer Halaman 3
ページ4:
3. Jenis Kebijakan Anggaran & Pengaruh APBN Macam Kebijakan Anggaran: ⚫ Anggaran Dinamis: Anggaran yang nominalnya selalu meningkat dibanding tahun sebelumnya. • Anggaran Defisit: Pengeluaran negara lebih besar daripada penerimaan negara. ⚫ Anggaran Surplus: Penerimaan negara lebih besar daripada pengeluaran negara. Pengaruh APBN Terhadap Perekonomian: Membantu mengetahui besarnya Gross National Product (GNP) dari tahun ke tahun, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengatur kestabilan moneter, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. KEGIATAN PEMBELAJARAN 3: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ALOKASI DAN PEMBANGUNAN DAERAH FASILITAS PUBLIK 1. Pengertian, Fungsi & Tujuan APBD Pengertian APBD: Berdasarkan Permendagri No. 21 Tahun 2011, APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD, serta ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda). Fungsi & Tujuan: Sama seperti APBN namun dalam lingkup daerah (kabupaten/kota/ provinsi). Berfungsi untuk alokasi, distribusi, dan stabilisasi perekonomian lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. Rangkuman Ekonomi @Belajarer Halaman 4
ページ5:
2. Sumber Pendapatan Daerah 1. Pendapatan Asli Daerah (PAD): ⚫ Pajak Daerah (Pajak Kendaraan, Restoran, Hotel, dll). ⚫ Retribusi Daerah (Parkir, Izin Mendirikan Bangunan, Tempat Rekreasi). Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. ⚫PAD Lain-Lain yang Sah. 2. Dana Perimbangan (Transfer Pusat): ⚫ Dana Alokasi Umum (DAU): Bersumber dari APBN, diberikan dengan tujuan pemerataan finansial antardaerah tanpa arahan khusus penggunaannya (block grant). Dana Alokasi Khusus (DAK): Bersumber dari APBN untuk mendanai kegiatan khusus urusan daerah yang sesuai prioritas nasional (Pendidikan, Kesehatan). ⚫ Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak/Bukan Pajak. 3. Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah: Hibah dan bantuan keuangan. 3. Klasifikasi Belanja Daerah & Pengaruh APBD Klasifikasi Belanja Daerah: ⚫ Belanja Tidak Langsung: Belanja yang tidak terkait langsung dengan pelaksanaan program/kegiatan. Contoh: Belanja Pegawai (gaji/tunjangan PNS daerah), Belanja Bunga, Subsidi, Hibah, dan Bantuan Sosial. ⚫ Belanja Langsung: Belanja yang terkait langsung dengan program kerja daerah. Contoh: Honorarium kegiatan, Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Modal (pembangunan fasilitas daerah). Pengaruh APBD Terhadap Ekonomi Daerah: Berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga, mampu mereduksi/mengurangi tingkat kemiskinan di daerah secara signifikan, menanggulangi masalah pengangguran lokal, dan memicu laju pertumbuhan ekonomi daerah. Rangkuman Ekonomi @Belajarer Halaman 5
ページ6:
RANGKUMAN EKONOMI KELAS XI Indeks Harga dan Inflasi (Modul KD 3.4) By: @Belajarer A. Indeks Harga Indeks Harga adalah perbandingan antara harga rata-rata pada tahun yang dihitung dengan harga rata-rata pada tahun dasar. Tahun dasar digunakan sebagai acuan perhitungan (bernilai 100). 1. Tujuan Perhitungan Indeks Harga • Sebagai pedoman untuk mengukur pergerakan inflasi dan daya beli masyarakat. • Sebagai data acuan bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan ekonomi nasional. • Sebagai indikator dalam kegiatan jual-beli barang grosir maupun eceran. 2. Metode Perhitungan Indeks Harga Secara umum dibagi menjadi dua kelompok besar: • Metode Agregatif Sederhana (Tidak Tertimbang): Seluruh komoditas dianggap memiliki bobot kepentingan yang sama. ⚫Metode Tertimbang: Memasukkan faktor penimbang (kuantitas barang) untuk menunjukkan tingkat kepentingan komoditas tersebut. Metode paling populer adalah Laspeyres (menggunakan kuantitas tahun dasar) dan Paasche (menggunakan kuantitas tahun berjalan). IL= [(PQ/PQ1× 100 Formula Indeks Laspeyres (IL) menggunakan kuantitas tahun dasar (Q) B. Inflasi Inflasi adalah suatu keadaan di mana harga-harga barang secara umum dan terus-menerus mengalami kenaikan dalam jangka waktu tertentu. Jika kenaikan hanya terjadi pada satu atau dua barang saja, hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai inflasi. 1. Rumus Menghitung Laju Inflasi Laju inflasi dihitung berdasarkan pergerakan nilai Indeks Harga Konsumen (IHK): Halaman 1 By @Belajarer
ページ7:
Laju Inflasi = [(IHK-IHK/IHK1×100% 2. Penggolongan Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan • Ringan (<10% per tahun) . • Sedang (10% - 30%) . • Berat (30%-100%) Berdasarkan Penyebab • Demand-Pull Inflation: Tarikan permintaan masyarakat yang tinggi. Berdasarkan Asal ⚫Dalam Negeri (Domestic Inflation) • Cost-Push Inflation: Desakan kenaikan biaya Luar Negeri (Imported produksi. Inflation) • Hiperinflasi (> 100%) C. Dampak Inflasi terhadap Perekonomian Inflasi yang tidak terkendali dapat mengganggu stabilitas pasar nasional serta menurunkan tingkat kesejahteraan riil individu: . • Bagi Pemilik Pendapatan Tetap: Merugikan karena daya beli uang milik mereka menurun drastis. ⚫ Bagi Kreditur (Pemberi Pinjaman): Merugikan karena nilai riil uang yang akan diterima kembali menjadi lebih rendah. ⚫ Bagi Produsen/Pengusaha: Bisa menguntungkan jika kenaikan harga barang mendahului kenaikan biaya produksi, namun merugikan jika biaya produksi melambung terlalu tinggi hingga menurunkan daya beli pasar. . ⚫ Bagi Ekspor Nasional: Menurunkan daya saing barang ekspor karena harga produk domestik menjadi jauh lebih mahal di pasar internasional. D. Kebijakan Mengatasi Inflasi Pemerintah bersama Bank Sentral memiliki otoritas penuh untuk menekan laju inflasi melalui tiga jenis kebijakan utama: Halaman 2 By @Belajarer
ページ8:
Kebijakan Moneter Suku Bunga, Giro Wat Pasar Terbuka) Kebijakan Fiskal Pengaturan Pajak Panghematan Pengelua Non-Moneter & Fiskal Peningkatan Produk Pengawasan Harga Kebijakan Upah Gambar 1: Tiga Pilar Kebijakan Utama Pengendalian Inflasi 1. Kebijakan Moneter (Bank Indonesia): Mengurangi jumlah uang beredar dengan menaikkan suku bunga bank (kebijakan diskonto), menaikkan cadangan kas minimum bank umum, atau menjual Surat Berharga Negara (SBN). 2. Kebijakan Fiskal (Kementerian Keuangan): Mengatur anggaran pendapatan dan belanja negara dengan cara menaikkan tarif pajak atau menghemat pos pengeluaran pemerintah. 3. Kebijakan Non-Moneter/Fiskal: Meningkatkan hasil produksi (supaya pasokan barang melimpah), melakukan operasi pasar untuk menetapkan harga maksimum, serta menstabilkan kebijakan upah buruh. Halaman 3 By @Belajarer
ページ9:
RANGKUMAN EKONOMI KELAS XI Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal (Modul KD 3.5) By: @Belajarer A. Kebijakan Moneter Kebijakan Moneter adalah langkah-langkah yang diambil oleh otoritas moneter (Bank Sentral/Bank Indonesia) untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar (JUB) dan daya kredit agar perekonomian dapat tumbuh stabil serta terhindar dari inflasi. 1. Fungsi & Tujuan Kebijakan Moneter ⚫ Menjaga stabilitas ekonomi agar peredaran barang dan uang seimbang. • Menjaga stabilitas harga dari fluktuasi inflasi maupun deflasi. • Meningkatkan kesempatan kerja melalui gairah investasi dunia usaha. • Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. 2. Instrumen Kebijakan Moneter • Kebijakan Pasar Terbuka (Open Market Operation): Jual-beli surat berharga (SBI/SBN). Untuk menekan inflasi, Bank Sentral *menjual surat berharga guna menarik uang dari masyarakat. • Kebijakan Diskonto (Discount Policy): Pengaturan suku bunga bank sentral. Suku bunga *dinaikkan* saat inflasi agar masyarakat rajin menabung dan jumlah uang beredar turun. ⚫Kebijakan Cadangan Kas Minimum (Cash Ratio): Mengatur jumlah kas minimum yang harus ada . di bank umum. Rasio kas *dinaikkan untuk membatasi penyaluran kredit. • Kebijakan Kredit Selektif & Imbauan Moral: Pengetatan syarat kredit (5C) serta ajakan berwujud pengumuman atau pidato dari Bank Sentral kepada bank umum. B. Kebijakan Fiskal Kebijakan Fiskal adalah kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah (melalui Kementerian Keuangan) dengan cara memanipulasi atau mengatur instrumen pendapatan (pajak) dan pengeluaran (belanja negara/APBN) agar kondisi perekonomian membaik. Halaman 1 By @Belajarer
ページ10:
1. Instrumen Kebijakan Fiskal • Pajak (Taxation): Sektor pendapatan utama negara. Menurunkan tarif pajak dapat merangsang daya beli masyarakat dan investasi usaha, sementara menaikkan pajak berguna untuk meredam inflasi. ⚫Pengeluaran Belanja (Government Expenditure): Mengatur alokasi dana pembangunan infrastruktur, subsidi, dan bantuan sosial (Bansos) untuk mendorong roda ekonomi masyarakat. ⚫ Pinjaman Publik/Utang Negara: Penerbitan obligasi pemerintah untuk membiayai defisit anggaran belanja pembangunan. Bank Indonesia (Kebijakan Moneter) VS Kemenkeu Ri (Pemerintah Pusat Gambar 1: Otoritas Pelaksana Kebijakan Ekonomi Makro C. Perbedaan Kebijakan Moneter vs Kebijakan Fiskal Kedua kebijakan ini saling mendukung secara sinergis tetapi memiliki perbedaan mendasar pada ranah operasionalnya: Aspek Pembeda Kebijakan Moneter Kebijakan Fiskal Otoritas Bank Sentral (Bank Indonesia) Pemerintah (Kementerian Keuangan) Pelaksana Instrumen Utama Suku bunga, Operasi pasar terbuka, Giro wajib minimum Pajak, Belanja negara (APBN), Subsidi Target Langsung Halaman 2 Mengatur jumlah uang beredar & likuiditas perbankan Mengatur pendapatan negara & alokasi anggaran ril By @Belajarer
ページ11:
D. Penerapan: Kebijakan Ekspansif vs Kebijakan Kontraktif Berdasarkan kondisi perekonomian yang sedang berjalan, kedua kebijakan ini dapat diterapkan dalam dua corak ekstrem: 1. Kebijakan Ekspansif (Easy Money / Deficit Budget) Diterapkan saat perekonomian mengalami "Resesi atau Deflasi** (lesu) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menambah JUB. **Moneter Ekspansif:* Menurunkan suku bunga bank, membeli SBI/SBN dari masyarakat, menurunkan cadangan kas perbankan. **Fiskal Ekspansif:* Menurunkan tarif pajak (agar daya beli naik), meningkatkan belanja proyek pemerintah dan subsidi. 2. Kebijakan Kontraktif (Tight Money / Surplus Budget) Diterapkan saat perekonomian mengalami **Inflasi** (terlalu panas) untuk meredam peredaran uang. **Moneter Kontraktif:* Menaikkan suku bunga bank, menjual SBI/SBN, menaikkan cadangan kas minimum bank umum. **Fiskal Kontraktif:* Menaikkan tarif pajak, menghemat pos-pos pengeluaran belanja pemerintah. Halaman 3 By @Belajarer
ページ12:
RANGKUMAN EKONOMI KELAS XI Bab: Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal by @Belajarer Halo Teman Belajar! Rangkuman ini disusun secara khusus, estetik, dan penuh warna untuk membantumu memahami materi Ekonomi Kelas XI RPP Bab 5 Kurikulum 2013 dengan cepat. Yuk, pelajari instrumen penting penyetabil perekonomian negara di bawah ini! BANK SENTRAL n Bank STRUKTUR KEBIJAKAN MONETER PART 1: Kebijakan Moneter (Monetary Policy) 1. Pengertian Kebijakan Moneter Kebijakan Moneter adalah langkah-langkah yang diambil oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) selaku otoritas moneter untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat (JUB) guna menjamin stabilitas nilai mata uang dan mendorong pertumbuhan ekonomi ekonomi nasional. Ekonomi XI: Kebijakan Moneter & Fiskal-Belajarer. Halaman 1
ページ13:
2. Tujuan Utama Kebijakan Moneter • Menjaga kestabilan ekonomi dan iklim investasi nasional. • Menjaga kestabilan tingkat harga barang dan jasa (menekan laju inflasi). * Meningkatkan dan membuka kesempatan kerja baru. • Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran internasional. 3. Instrumen Kebijakan Moneter Bank Indonesia dapat mengontrol peredaran uang menggunakan instrumen utama berikut: Instrumen Kebijakan Ketat (Mengatasi Inflasi) Kebijakan Longgar (Mengatasi Deflasi) Operasi Pasar Terbuka (Open Market) Kebijakan Diskonto (Discount Rate) Cadangan Kas Minimum (Cash Ratio) Kredit Selektif & Imbauan Moral Menjual surat berharga (SBI) agar uang mengalir ke Bank Indonesia. Menaikkan suku bunga bank agar masyarakat gemar menabung. Menaikkan rasio cadangan wajib di bank umum agar dana pinjaman berkurang. Memperketat syarat pinjaman dan memberi imbauan pembatasan cetak uang. Membeli kembali surat berharga agar uang mengalir ke masyarakat. Menurunkan suku bunga bank agar masyarakat menarik uang & berinvestasi. Menurunkan rasio cadangan wajib agar bank umum bisa melepas banyak kredit. Melonggarkan syarat kredit untuk memicu produktivitas usaha. Ekonomi XI: Kebijakan Moneter & Fiskal-Belajarer Halaman 2
ページ14:
AJA ELU STRUKTUR KEBIJAKAN FISKAL PART 2: Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy) 1. Pengertian Kebijakan Fiskal Kebijakan Fiskal adalah kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah (Kementerian Keuangan) melalui pengelolaan dan penyesuaian instrumen pendapatan serta pengeluaran negara (APBN) agar berjalan sesuai target pembangunan nasional. 2. Instrumen Utama Kebijakan Fiskal ⚫ Sektor Perpajakan: Mengubah tarif pajak. Menaikkan tarif pajak saat inflasi tinggi membantu menekan konsumsi masyarakat. Sebaliknya, menurunkan tarif pajak memicu pertumbuhan ekonomi. ⚫ Pengeluaran Belanja Pemerintah: Penyesuaian pembiayaan proyek infrastruktur, subsidi, dan bantuan sosial. Saat ekonomi lesu, pemerintah meningkatkan belanja agar perputaran ekonomi naik. ⚫ Pinjaman Publik (Utang Negara): Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) untuk membiayai pembiayaan pembangunan yang mendesak. Ekonomi XI: Kebijakan Moneter & Fiskal - @Belajarer Halaman 3
ページ15:
3. Perbedaan Utama Kebijakan Moneter vs Fiskal Agar lebih mudah mengingat perbedaannya, simak tabel ringkas berikut: Indikator Pembanding Kebijakan Moneter Kebijakan Fiskal Otoritas Pelaksana Bank Sentral (Bank Indonesia) Pemerintah (Kementerian Keuangan) Fokus Pengendalian Jumlah Uang Beredar (JUB) & Suku Bunga Pajak & Pengeluaran Negara (APBN) Tujuan Operasional Stabilitas nilai tukar Rupiah & tingkat inflasi Pertumbuhan ekonomi, pemerataan & stimulus pasar Ekonomi XI: Kebijakan Moneter & Fiskal-@Belajarer Halaman 4
ページ16:
Rangkuman Kerjasama Ekonomi Internasional By @Belajarer Apa Itu Kerjasama Ekonomi Internasional? Hubungan kerjasama antar negara di bidang ekonomi untuk saling menguntungkan, mengatasi hambatan, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional maupun global. Manfaat Utama * Meningkatkan Devisa: Melalui peningkatan ekspor produk lokal. ⚫ Mengisi kebutuhan: Memperoleh barang/jasa yang tidak diproduksi di dalam negeri. . • Stabilitas Harga: Menjaga ketersediaan barang agar harga tetap stabil. ⚫Transfer Teknologi: Mempercepat modernisasi melalui kerjasama alat dan metode produksi. • Memperkuat Ekonomi: Mempercepat pembangunan nasional melalui investasi asing.
ページ17:
. Jenis Kerjasama • Bilateral: Kerjasama dua negara (Contoh: Indonesia & Jepang). • Regional: Kerjasama negara dalam satu kawasan (Contoh: ASEAN, EU). . • Multilateral: Kerjasama banyak negara tanpa batasan wilayah (Contoh: WTO, IMF).
ページ18:
RANGKUMAN EKONOMI KELAS XI Ketenagakerjaan dalam Pembangunan Ekonomi (Modul KD 3.3) By: @Belajarer A. Konsep Dasar Ketenagakerjaan Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, terdapat perbedaan mendasar antara ketenagakerjaan, tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja: ⚫Ketenagakerjaan: Segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja. • Tenaga Kerja: Setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/ atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat (usia 15 tahun ke atas). ⚫ Angkatan Kerja: Penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, serta mereka yang sedang mencari pekerjaan (pengangguran). ⚫ Kesempatan Kerja: Tersedianya lapangan pekerjaan bagi angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan. Penduduk Usia Kerja Angkatan Kerja 15 Tahun Ke Atas) Bekerja Pengangguran Gambar 1: Bagan Klasifikasi Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja B. Jenis-Jenis Tenaga Kerja Tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan kriteria tertentu: Halaman 1 By @Belajarer
ページ19:
1. Berdasarkan Kualitasnya ⚫ Tenaga Kerja Terdidik: Tenaga kerja yang memperoleh keahlian melalui jalur pendidikan formal (Contoh: Dokter, Guru, Akuntan). • Tenaga Kerja Terlatih: Tenaga kerja yang memperoleh keahlian melalui latihan, kursus, atau pengalaman (Contoh: Sopir, Teknisi, Penjahit). • Tenaga Kerja Tidak Terdidik & Tidak Terlatih: Tenaga kerja yang mengandalkan tenaga fisik semata tanpa pendidikan atau pelatihan khusus (Contoh: Kuli bangunan, Buruh cuci). 2. Berdasarkan Sifat Pekerjaannya . ⚫ Tenaga Kerja Jasmani: Mengandalkan tenaga fisik (Contoh: Buruh tani). ⚫ Tenaga Kerja Rohani: Mengandalkan proses pemikiran, gagasan, dan ide (Contoh: Manajer, Direktur). C. Masalah Ketenagakerjaan & Upaya Mengatasinya Indonesia menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang cukup kompleks. Berikut adalah masalah utama beserta solusi strategisnya: Masalah Ketenagakerjaan Dampak terhadap Ekonomi Upaya/Solusi Pemerintah & Swasta Jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan lapangan kerja Mutu/Kualitas tenaga kerja relatif rendah Persebaran tenaga kerja tidak merata Sistem pengupahan kurang adil Tingkat pengangguran tinggi Produktivitas rendah dan kalah saing Mempermudah investasi, memperluas lapangan kerja, mendukung UMKM Mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK), revitalisasi SMK, magang Pembangunan tersentralisasi (Jawa) Transmigrasi, pemerataan proyek pembangunan infrastruktur daerah Kesejahteraan buruh rendah Penetapan Upah Minimum Regional (UMR/UMP) secara berkala dan objektif Halaman 2 By @Belajarer
ページ20:
D. Sistem Upah dan Pengangguran 1. Sistem Upah di Indonesia Pemberian upah dapat didasarkan pada beberapa metode, antara lain: . • Upah Menurut Waktu: Dihitung berdasarkan jam, hari, atau bulan bekerja. ⚫ Upah Menurut Satuan Hasil: Dihitung berdasarkan jumlah produk yang dihasilkan. ⚫ Upah Borongan: Didasarkan pada kesepakatan keseluruhan volume pekerjaan hingga selesai. 2. Jenis Pengangguran & Cara Mengatasinya •Pengangguran Siklikal (Konjungtur): Akibat penurunan kegiatan ekonomi (resesi). Solusi: Meningkatkan daya beli masyarakat, proyek padat karya. . • Pengangguran Struktural: Akibat perubahan struktur ekonomi (misal dari agraris ke industri). Solusi: Pelatihan kerja baru, pemindahan tenaga kerja ke industri yang tumbuh. • Pengangguran Friksional: Kesulitan temporer dalam mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja. Solusi: Penyediaan info lowongan kerja yang cepat dan transparan. • Pengangguran Musiman: Akibat perubahan musim (misal petani saat jeda panen). Solusi: Pemberian keterampilan sampingan/industri kreatif rumah tangga. Halaman 3 By @Belajarer
ページ21:
RANGKUMAN EKONOMI EKONOMI XI Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi (Modul KD 3.2) By: @Belajarer A. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila nilai **Produk Domestik Bruto (PDB)**-nya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya tanpa memperhatikan apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk. 1. Rumus Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi dihitung menggunakan data PDB riil dengan formula sebagai berikut: R=[(PDB, PDB)/PDB-14 1 × 100% Keterangan: R, = Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun t; PDB, PDB tahun t; PDB = PDB tahun sebelumnya. 2. Teori Pertumbuhan Ekonomi . ⚫ Teori Klasik (Adam Smith & David Ricardo): Menitikberatkan pada jumlah penduduk, persediaan barang modal, dan luas tanah. . • Teori Neoklasik (Schumpeter, Solow-Swan): Menekankan pentingnya peran pengusaha (entrepreneur) dan kemajuan teknologi. • Teori Historis (Friedrich List, Rostow): Melihat pertumbuhan berdasarkan tahapan atau masa perkembangan ekonomi (misal: masa berburu, bertani, hingga industri). B. Pembangunan Ekonomi Pembangunan Ekonomi adalah suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan- perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, kelembagaan nasional, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan, dan pemberantasan kemiskinan. Halaman 1 By @Belajarer
ページ22:
Pertumbuhan Ekonomi Perubahan Struktur + & Kualitas Hidup Kuanta (Angka POB) Gambar 1: Konsep Multidimensional Pembangunan Ekonomi Perbedaan Utama Pertumbuhan vs Pembangunan Ekonomi Faktor Pertumbuhan Ekonomi Perbandingan Pembangunan Ekonomi Sifat Kuantitatif (Fokus pada kenaikan PDB) Kualitatif (Fokus pada kualitas hidup) Kenaikan PDB Tidak harus disertai pertumbuhan penduduk Struktur Ekonomi Tidak selalu ada perubahan struktur Memperhatikan pemerataan & kemakmuran Terjadi perubahan struktur & kemajuan iptek C. Faktor yang Mempengaruhi & Indikator Keberhasilan Keberhasilan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh beberapa faktor krusial: 1. Tanah dan Kekayaan Alam: Mempermudah penyediaan bahan baku industri. 2. Kuantitas dan Kualitas Penduduk (SDM): Tenaga kerja yang ahli meningkatkan produktivitas. 3. Kepemilikan Barang Modal dan Teknologi: Efisiensi produksi meningkat pesat. 4. Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat: Keterbukaan terhadap inovasi mendorong laju ekonomi. Indikator Keberhasilan Pembangunan: •Meningkatnya Pendapatan Per Kapita nasional. • Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan daya beli naik. • Penurunan tingkat pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial (Indeks Gini mengecil). Halaman 2 By @Belajarer
ページ23:
Pendapatan Nasional Rangkuman Materi Ekonomi Kelas XI (KD 3.1) Written by @Belajarer
ページ24:
Konsep & Manfaat Utama Memahami nilai total barang dan jasa dalam suatu negara
ページ25:
| Apa itu Pendapatan Nasional? Pendapatan Nasional adalah jumlah total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu (biasanya satu tahun). Ini merupakan indikator kunci untuk mengukur kesejahteraan ekonomi dan kapasitas produksi suatu bangsa.
ページ26:
| Mengapa Harus Dihitung? Struktur Ekonomi Mengetahui apakah struktur ekonomi negara bersifat agraris, industri, atau jasa. Pertumbuhan Membandingkan kemajuan ekonomi dari waktu ke waktu secara akurat. EL $ Kebijakan Menjadi dasar pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi nasional.
ページ27:
Tren Pertumbuhan Nasional Tahun 1 Tahun 3 Visualisasi kenaikan nilai total produksi barang & jasa secara berkala. Tahun 5
ページ28:
| 3 Metode Perhitungan Metode Produksi Metode Pendapatan Metode Pengeluaran w+i+r+p Nilai Tambah (VA) C+I+G+(X-M)
ページ29:
Komponen & Konsep Dari GDP hingga Disposable Income
ページ30:
| Breakdown Konsep Utama Konsep Deskripsi Singkat GDP (PDB) Produksi di dalam wilayah negara (WNI + WNA). GNP (PNB) Produksi oleh warga negara asli (WNI di dalam + luar negeri). NNP (PNN) GNP dikurangi penyusutan barang modal. PI (PP) DI (PT) Pendapatan yang benar-benar diterima oleh masyarakat. Pendapatan yang siap dibelanjakan (PI - Pajak Langsung).
ページ31:
| Proporsi Pengeluaran (C+I+G+X-M) 100% Konsumsi (C)- RT Konsumen Investasi (I)- RT Produsen Pemerintah (G)- Pengeluaran Negara Ekspor Neto (X-M)- Luar Negeri
ページ32:
Rangkuman Perdagangan Internasional By @Belajarer Apa Itu Perdagangan Internasional? Aktivitas jual beli barang dan layanan antar negara yang melibatkan konversi mata uang dan lintas batas. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan domestik dan mengoptimalkan sumber daya. Tujuan Utama • Memenuhi kebutuhan dalam negeri yang tidak tersedia. ⚫ Meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan bangsa. • Memperluas pangsa pasar ke tingkat global. • Menciptakan persaingan sehat & transfer teknologi. • Mempererat hubungan diplomatik antarnegara. Faktor Pendorong ⚫Perbedaan kekayaan alam setiap negara. ⚫Perbedaan keunggulan komparatif (spesialisasi produksi). •Kemajuan teknologi transportasi & komunikasi. ⚫ Globalisasi ekonomi & keterbukaan pasar. • Perbedaan kebutuhan dan keinginan konsumen. Diringkas secara eksklusif oleh @Belajarer
ページ33:
| Pendapatan Per Kapita Rumus Penting IPK = Pendapatan Nasional Jumlah Penduduk Apa Fungsinya? Mengukur rata-rata pendapatan setiap orang di suatu negara. Ini adalah alat ukur yang lebih akurat untuk membandingkan standar hidup antarnegara di dunia.
ページ34:
| Distribusi Pendapatan RENT M DEBT LAND COST L DEBT PROFITS PROFITS will EQUIPMENT FEES What 11. Indeks Gini & Kurva Lorenz Digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan pembagian pendapatan di masyarakat. • Skala 0: Merata Sempurna • Skala 1: Timpang Sempurna (Tidak Merata)
ページ35:
Selesai! Semoga Rangkuman ini Membantu Belajarmu! Follow @Belajarer for more notes! Topik Berikutnya: Pertumbuhan & Pembangunan Ekonomi
ページ36:
| Image Sources http://puzzlemerchant.com/cdn/shop/articles/puzzle piece_on_a_globe.jpg?v=1740260513 Source: puzzlemerchant.com https://static.vecteezy.com/system/resources/previews/073/936/728/non_2x/a-clear-visual-icon-depicting-strong-financial-growth-and-strategic-investment-success-showcasing-increasing-monetary -value-and-upward-economic-development-trends-vector.jpg Source: www.vecteezy.com https://png.pngtree.com/png-vector/20260323/ourlarge/pngtree-financial-icons-representing-various-economic-concepts-vector-png-image_18645858.webp Source: pngtree.com https://media.easy-peasy.ai/fc54a578-8741-4a75-b746-7aff66adeb90/4fad1244-48b3-4f9e-bb4a-ee746382b2cf_mediumwebp Source: easy-peasy.ai
ページ37:
RANGKUMAN MATERI IPS: PAJAK By @Belajarer Pajak merupakan pilar utama pembiayaan pembangunan suatu negara. Modul/bacaan ini membahas secara komprehensif mulai dari definisi mendasar pajak, ciri-ciri khususnya, fungsi strategis dalam perekonomian, hingga pembagian jenis-jenis pajak yang berlaku di Indonesia. SIKLUS KONTRIBUSI TIMBAL BALIK PAJAK Bayar Pajak Masyarakat Fasilitas Publik & Pembangunan 1. Pengertian & Karakteristik Pajak Kas Negara Definisi Pajak Berdasarkan undang-undang dan literatur ekonomi, Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Rangkuman Pajak Eksklusif | @Belajarer Halaman 1
ページ38:
Ciri-Ciri Utama Pajak ⚫luran Wajib: Setiap warga negara yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak memiliki kewajiban hukum untuk membayar. ⚫ Bersifat Memaksa: Jika melalaikan kewajiban, terdapat sanksi hukum (denda hingga pidana). ⚫ Dikelola Berdasarkan UU: Aturan pemungutan harus legal dan disetujui rakyat lewat perwakilan (DPR). ⚫ Tanpa Kontraprestasi Langsung: Pembayar pajak tidak langsung menerima jalan tol khusus atau imbalan instan, melainkan dirasakan bersama melalui fasilitas umum. ⚫ Untuk Kesejahteraan Umum: Seluruh hasilnya masuk ke kas negara guna membiayai pengeluaran pembangunan. 2.4 Fungsi Strategis Pajak bagi Negara 4 FUNGSI UTAMA PAJAK Budgetair (Anggaran) Regulerend (Mengatur) Stabilitas (Ekonomi) Redistribusi (Pendapatan) Rangkuman Pajak Eksklusif | @Belajarer Halaman 2
ページ39:
Penjelasan Fungsi Pajak 1. Fungsi Anggaran (Budgetair): Fungsi utama di mana pajak berfungsi sebagai alat/ sumber dana untuk memasukkan uang ke kas negara, yang nantinya dipakai membiayai pengeluaran rutin negara. 2. Fungsi Mengatur (Regulerend): Pajak digunakan sebagai instrumen untuk mengatur atau mencapai tujuan tertentu dari pemerintah di bidang sosial-ekonomi. Contoh: Pemberian insentif pajak modal untuk menarik investasi, atau mengenakan pajak tinggi pada minuman keras demi menekan konsumsi. 3. Fungsi Stabilitas: Pajak memberikan pemerintah dana untuk menjalankan kebijakan yang berkaitan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan. Hal ini bisa dilakukan dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat. 4. Fungsi Redistribusi Pendapatan: Pajak yang dikumpulkan dari warga berkemampuan ekonomi lebih akan dialokasikan untuk membiayai kepentingan umum dan pembangunan, termasuk membuka lapangan kerja, yang pada akhirnya membantu memeratakan pendapatan masyarakat. Rangkuman Pajak Eksklusif | @Belajarer Halaman 3
ページ40:
3. Jenis-Jenis Pajak Pengelompokan Pajak di Indonesia Pajak diklasifikasikan ke dalam 3 kategori besar yang memudahkan proses administrasi pemungutan: Dasar Pengelompokan Jenis Pajak Penjelasan & Contoh Berdasarkan Cara Pemungutan Pajak Langsung Pajak Tidak Langsung Pajak Subjektif Berdasarkan Sifatnya Pajak Objektif Bebannya harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak bisa dialihkan ke orang lain. Contoh: Pajak Penghasilan (PPh). Bebannya dapat dilimpahkan atau digeser kepada orang lain/konsumen akhir. Contoh: Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak yang berpijak pada kondisi atau keadaan pribadi dari wajib pajak itu sendiri. Contoh: Pajak Penghasilan (PPh). Pajak yang berpijak pada objeknya (barang/ keadaan), tanpa memperhatikan kondisi pribadi wajib pajak. Contoh: PPN, PBB. Dikelola langsung oleh Pemerintah Pusat melalui DJP (Direktorat Jenderal Pajak). Pajak Pusat Contoh: PPh, PPN, PPnBM, Bea Meterai. Berdasarkan Lembaga Pemungut Pajak Daerah Rangkuman Pajak Eksklusif | @Belajarer Dikelola oleh Pemerintah Daerah (Provinsi maupun Kabupaten/Kota). Contoh: Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Restoran, Pajak Hotel. Halaman 4
おすすめノート
このノートに関連する質問
Senior High
Economics
tolong jawaban dengan benar dan dibuat ringkas aja
Senior High
Economics
halo kak 👋🏻 , kakak ada materi ekonomi kelas 12 bab 2 tentang ekonomi Internasional nggak yaa?
Senior High
Economics
Tolong kasih tau jawabannya, Kamsia Manteman soal-soal ini dapet dari APK apa?
Senior High
Economics
deskripsikan bagaimana fungsi dan manfaat pengorganisasian dalam manajemen
Senior High
Economics
tolong di jawab kak
Senior High
Economics
Hallo aku minta tolong kerjain ini butuh bangett besok selasa soalnya di kumpul kan soal! 1.Fungsi permintaan Pd= -11Q+30 dan fungsi penawaran Ps= Qs+1. Jika pemerintah besar nya pajak Rp 3,00/unit, besarnya pajak yang diterima pemerintah adalah..... 2. Diketahui fungsi penawaran P= 2Q+2.000. Bila harga barang Rp 10.000,00, jumlah barang yang ditawarkan adalah.... unit. 3. Keseimbangan pasar yang terbentuk dari fungsi penawaran Qs= 100-2P dan fungsi permintaan Qd= P-20 adalah.... plis bantuin jawab
Senior High
Economics
Ada yang tau ga materi ekonomi kelas 11 semester 2 apa aja?
Senior High
Economics
Ada yang tau ga materi ekonomi kelas 11 semester 2 apa aja?
Senior High
Economics
buatlah tabel neraca perdagangan dari soal tersebut
Senior High
Economics
bantuin plissss😫 btw pgnya aza
News
aku ga tau cara bikin printer kak, aku sukanya pake printer buat print laporan 🤗
cara bikin printer gimana ya