MATERI BIOLOGI KELAS XI [LENGKAP]
44
698
0
Rangkuman bab Biologi Kelas XI [LENGKAP]
Hai semua! Ini rangkuman Biologi yang sudah aku susun biar lebih mudah dipahami. Semoga membantu teman-teman yang lagi persiapan ujian atau sekadar ingin belajar materi ini. Happy studying! 📚✨
Jangan lupa follow akun Instagram https://www.instagram.com/belajarer/ @Belajarer untuk mendapatkan file materinya lebih lengkap dan dapatkan berbagai informasi tentang study💫
ノートテキスト
ページ1:
D Transpor Membrows QL BIOPROSES SE Proses biologis yang kompleks di dalam sel JENIS: TransFor membran Perpindahan suatu zat ke dalam sel melalui membran •Transpor Pasi tinggi ke kosentrasi rendah, dn tdk membutuhkan energi Transpor aktif Perpindahan ion/molekul dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi, dn membutuhkan energi perpindahan ion/molekul dari konsentrasi D TRANSPOR PASIF DIFUS Perpindahan maekul zat terlarut dari konsentrasi rendah dengan / tanpa melalui membran tinggi ke konsentrasi E Difusi sederhana Terjadi secara spontan dan tidak membutuhkan. molekul Perantoro, maleku yg berpindah akan menyebar sampai terjadinya keseimbangan, • Parfum • Setetes air Dipusi terbantu Proses difusi yg benangsung karena adanya Protein transpor dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah Dilakukan oleh molekul besar • molekul glukosa melewati membran sei Pengangkutan ion ² Na+, Catal • respirasi PEACE TO ACHIEVE GOAL VISION)
ページ2:
Faktor Difusi sederhana: Suhu zat, Ukuran molekul, konsentrasi Zat, wujud zat Difusi terbantu : → Jenis Protein Protein saluran (menyediakan jalan bagi air danion Polar kecil), Protein Pembowa (mengangkut ion dari luar ke dalam sel) Yang mempengaruhi difusi : • Sunu→ makin tinggi suhu, difusi yg terjadi makin besar • Konsentrasi makin besar beda konsentrasi 2 larutan, makin besar terjadinya difusi • Molekulmakin besar maekul, makin lambat difusing Medra di Fusi di udaro lebih mudah daripada dirusi di dalam air / larutan ° Luas permukaan mavan besar difusi makin besar luas permukcian, Osmosis Perpindahan molekul pelarut (misal air) dari larutan berkonsentrasi tinggi (hipertonik) ke larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) melalui membran semipermeable. Hos osmosis adalah larutan isotonik. FENCE TO ACHIEVE GOAL VISIO
ページ3:
Endosmosis Masuknya air ke dalam Sel karena konsentrasi larutan di dalam sel lebih tinggi, ☐ Sel hewan lisis/robek tumbuhan turgid/bengkak " Exsosmosis Keluarnya air dari dalam sel karena konsentrasi larutan di luar sel lebih tinggi. Sei hewan krenasi / Pengeruta. Pasmolisis Pelepasan membra Hipotonik Isotonik Hipertonik Hewan Lisis Normal Krenasi Tumbuhan Turgid Normal Plasmalisis ☐ Sel TRANSPOR AKTIEL Eksotisosis Proses pengeluaran zat dari dalam se yo melibatkan esikula Proses pengeluaran zat 1.) Vesikula transpor yang terlepas dan badan golgi akan dipindahkan oleh sitoskeleton ke membran Plasma 2.) Saat membran Plasma dan membran vesikula bertemu, molekul lipid bilayer menyusun ulang lapisan membran baru, sehingga kedua membran bergabung 3.) Zat, zat dalam vesikula akan keluar dari sel Endositosis Proses masuknya zat ke dalam sel dengan mem bentuk Vesikula PEACE TO ACHIEVE GOAL VISION
ページ4:
No. Date • Proses masuknya Zat ke dalam sel 1) Sel memasukkan Zat/molekul yang sangat kecil dengan membentuk Vesikula dari membran Plasma 2.) Permukaan membran Plasma melekuk ke dalam sel membentuk sebuah kantong 3.) Setelah kantong tersebut berisi materi / Zat berukuran kecil, kantong tersebut akan melekuk semakin dalam dan membentuk Vesikulla Fagositosis, Proses memasukkan molekul padot ke dalam sel air/1 Pinositosis, Proses memasukkan zat cair / larutan ke dalam sel • Endositosis reseptor, Proses memasukkan molekul khusus ke dalam sel •Pompa Natnum- Kallum) Proses pemasukan 2 ion ket yg diimbangi dgn pengeluaran 2 ion Nat dgn bantuan energi ATP. Perbedaan konsentrasi con K+ don Nat di dalam dan luar sitoplasma, menyebabkan Pergerakan yang melawan gradien sehingga membutuhkan energi ATP PEACE TO ACHIEVE GOAL VISION
ページ5:
Mekanisme Pompa Na+ dan K+ 1.) Nat sitoplasma diikat protein transpor 2) Pengikatan Nat Sitoplasma menstimulasi Fosforiciasi Oleh ATP 3) Nat terlepas ke Fluida Wor 4.) K+ exstra seluler diikat, gugus Fospat dilepas 5) Fospat hilang, K+ terikat lemah 6) K+ dilepaskan, Nat diikat kembali Kotranspor Transpor Zaz yg mengaktifkan transpor Zat lain. a Unipor Transpusi satu Simpor Zat dim satu arah Transportasi dua zat dim satu arah • Antiper transportasi dua zat berlawanan arah PEACE TO ACHIEVE GOAL
ページ6:
Sejarah Cell 1590 Zacharias Jansen ■ Pertama kali menemukan mikroskop 1665 Roobert Hooke Mengenaikan istilah sel 1674 Antonie Van Leeuwenhoek Pertama kali melihat sel makhluk hidup hewan tumbuhan 1838 Theodor Schwann & Matthias Jakob Schleiden. Semua makhluk hidup tersusun atas sel Sei merupakan unit dosar penyusun makhluk hidup 1858 Rudolf Virchow "Omnis cellula e cellula = sel berasal dari sei lainnya 3 Teori See Semua makhluk hidup bersusun atas sel Sei merupakan Unit Struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup 7 Sel berasal dari sel lainnya melalui Pembelahon sel VISION PEACE TO ACHIEVE GOAL
ページ7:
Komponen Sel KIMIAWI •Karbohidrat Lipid STRUKTURAL ( C (T • an organik " Asam nukleat air dan mineral Protein Membran sel, pelindung molekuler sel terhadap tingkungan sekitar SitosPlasma, cairan sel yg berada di luar membran inti Sitoskeleton, memberi dukungan on benture sel FUNGSIONAL Nukleus, Pengatur Pembelahan sel dr Pengendali seluruh kegiatan sei Ribosom, sintesis protein Mitokondrio, Penghasil energi Badan golgi, membentuk membran sel, membentuk kantong sekresi ▷ Lisosam, Pencernaan RE, Sintetis lemak (RE kasar & halus), menampung Protein (RE halus) 0000 0000000000000000
ページ8:
Sentrio! membantu dalam pembelahan sel ▷ Vakuola, mengatur Penyimpanan dan pengangkutan Zat ▸ Peroksisom, mengaksidasi berbagai zat Penjelasan KIMIAWI karbohidrat (C, H,O) Bahan baku resprosi sel, penyusun bagian sel, DNA dan RNA Lipid (C,H,O) Penyusun bagian sel →Protein (C, H.O.N) Penyusun bagian sel Asam numeat (DNA dan RNA) mengontrol aktivitas sel → Vitamin (A,B,C,D,E,K) metabolisme sel, menyusun enzim Air Pelarut mempercepat reaksi Mineral metabolisme sel, menjaga tekanan osmotik Penyusun PEACE TO ACHIEVE GOAL (VILION
ページ9:
000000 Sintetis Protein No. Date + Sintesis protein ialah gen (DNA) menjadi RNA hingga terbentuk Protein melalui proses transkripsi dan translasi. Berperan penting dim menentukan sifat morfologis dan Fisiologis maxhiuk hidup. Sintesis Protein berlangsung di ribosom. Jenis-Jenis RNA di ribosom : - mesengger RNA (mRNA) ribosomal RNA (rRNA) -transper RNA (ERNA) Tahapan sintesis Protein transiasi transkrips DNA RNA PROTEIN transkripsi tahapan transkripsi: sintetis mRNA dari rantai DNA di dim nukleus Inisiasi, menempelnya RNA Polimerase di promoter ( Elongasi, RNA Polimerase melaraskan Pembenturcin mRNA Terminasi Proses berakhirnya transkripsi 2 PEACE TO ACHIEVE GOAL VISION C -CL ON
ページ10:
C on eni Profase 1 Berlangsung selama 90% waktu meiosis Leptoten, kromatin menebai membentuk kromosom Zigoten), kromosom homolog mulai berpasangan Dakiten, kromosom menebal dn mengganda menjadi dua kromatid tetapi masih bergabung dlm satu sentromer/tetrad dh terjadi crossing over Diploten, Kromatid membesar dn memendek Diakinesis nukleus dn membran inti menghilang ne: Metafase 1 Tetrad berjejer Pd bidang ekuator • Sentromer terikat benang spindel Anarase 1 Benang Spindel memendek dn menarik belahan tetrad ke kutub sel berlawanan Kromosom homolog terpisah Telofase 1 Membran membentuk sekat, terbenture 2 sei anakan ga haploid • kromosom masih mengandung kromatid ug terhubung di sentromer PEACE TO ACHIEVE GOAL #N
ページ11:
No. Date: A Profase II Benang kromatin berubah menjadi kromosom • Nukleus dn membran inti hilang Sentriol terpisah menuju kutub berlawanan Metafase ° • Kromosom bergerak menuju bidang ekuator In berjejer Anarase Kromatid berpisah dari homolognya dan bergerak menuju kutub berlawanan 0000000 C Telofase !! kromosom kembali menjadi benang kromatin Nukleolus dn membran inti mulai terbentuk Serat geondongan menghilang (+ E PEACE TO ACHIEVE GOAL VISION)
ページ12:
Je m Transiasi ↳ Penerjemahan pesan genetik disepanjang molekul mRNA menjadi asam amino di ribosom Komponen transiasi : t-RNA, membawa asam amino yg sesuai dgn kodon mRNA Enzim aminoasil, menggabungkan ERNA dgn asam amino Ribosom, memudahkan Pemasangan antikodon ZRNA & kodon mRNA nu tahapan transasi : Inisiasi, menempelnya MRNA ke ribosom / Rembentukan. kodon start 6m longasi, Pembentukan dan pemanjangan ranta, Poll peptido •Terminasi, bertemunya ribosom dgn kodon stop sehingga translasi berhasil Jenis Protein Struktua berfungsi untuk membentuk struktur sei, Protein perifer dan protein integra Fungsional melakukan fungsi tertentu dim sei, seperti imunitas, metabolisme, transportasi Zat. Enzim dan hormon PEACE TO ACHIEVE GOAL VISION
ページ13:
Reproduksi Sel 00000000 NO. Date: Proses Pembelahan diri Pada sel menjadi 2 Sel anak lebih dgn cara amitosis, mitosis, meiosis AMITOSIS (pembelahan biner) terjadi pd sel Prokariotik 2^ Kromosom melekat Pd membran Plasma kromosom pd membran Plasma digandokan Pd saat sel slap membelah, membran Plasma menekuk ke dalam Terbentuk 2 sel anok yg terpisah 00000 MITOSIS terjadi pd sei somatis / sel tubuh yg menghasilkan 2 sel anak. . Sel anak memiliki sifat genotipe = sel induk. •berfungsi dim pertumbuhan din regenerasi sel. profase meta fase anafase Zelorase PEACE TO ACHIEVE GOAL VISI C C
ページ14:
b WIT m me E Profase Benang kromatin memendek, membentuk kromatid •Terbentuk mikrotobulo yg menyebar, seperti pancaran Prometofase • •Membran nukleus terFragmentasi, mikrotobula masuk ke hukieus Kromatid setiap kromosom memiliki kinektor, sehingga mikrotobula melekat Metafase • Mikrotobuia jelas dn kromosom terletak Pdl daerah ekuator • Kromosom masih terdiri atas 2 kromatid yg terkait Pd sentromer Anarase • Mikrotobula memendek, menarik kromatid ke kutub yg berlawanan • Kedua kutub se) memiliki jumlah kromatid sama Em Terofase kromatid menipis dan memanjang, membentuk kromatin Nukleolus & membran nukleus terbentuk kembali dan menjadi 2 sei anak identik PEACE TO ACHIEVE GOAL VISION)
ページ15:
000000 Interfase Profase → → Prometarase Kariokenesis Telofase No. Date: Metafase Anofase MEIOSIS Terjadi Pd sel gamet / kelamin • Menghasilkan 4 sel anak dgn kromosom kromosom induk Berfungsi menjaga kromosom talk benipatganda & spesies terjaga PEACE TO ACHIEVE GOAL
ページ16:
[BIOLOGI] TRANSPOR MEMBRAN KONSEP TRANSPOR MEMBRAN Transport membrane adalah mekanisme perpindahan suatu molekul ke dalam / keluar sel melalui membrane sel. Permeabilitas Membran Sol, bersifat semipermeable (selektif permeable) sehingga hanya molekul tertentu yang bisa lewat. Molekul yang dapat lewat: Non polas (Co. 0) Polar kecil (H.O) Molekul yang tidak dapat lewat: TRANSPOR MEMBRAN BERDASARKAN PENGGUNAAN ENERGI Transport pasif Tanpa energi Polar besar (glukosa) Bermuatan (Cl) Transport membrannya menuruni gradien konsentrasi (dari konsentrasi tinggi ke rendah) Contoh: SELAJARER 1. Difusi sederhana, Pergerakan partikel berupa gas/zat terlarutkonsentrasi tinggi ke rendah, melalui / tanpa melalui membrane. Dapat dilakukan oleh molekul kecil dan bersifat non polar. 2. osmosis Perpindahan air pelarut melalui membrane semipermeable dari konsentrasi pelarut tinggi ke pelarut rendah. Kondisi yang menentukan arah perpindahan air berdasarkan konsentrasi air di a. Isotonis Konsentrasi zat terlarut di dalam sel dan di luar sel sama. b. Hipertonis Konsentrasi zat terlarut di luar sal lebih tinggi dibandingkan di dalam sel. Pada hewan krenasi Pada tumbuhan plasmosilis c. Hipotonis Konsentrasi zat terlarut di luar sul lebih rendah dibandingkan di dalam sel. belajarer 1
ページ17:
[BIOLOGI] Pada hewan lisis Pada tumbuhan turgid 3. difusi terfasilitasi Transport Aktif perpindahan molekul / zat searah gradien kosentrasi dibantu oleh protein membrane mekanisme: Butuh energi 1. protein channel difusi terjadi melalui protein integral 2. protein carrier difusi terjadi melalui perubahan bontuk protein carrier dan horsfer spesifik terhadap molekul tertentu ATARER ➤ Transport membrannya melawan gradien konsentrasi (dari konsentrasi rendah ke tinggi) atau ukuran zat sangat besar ➤ Contoh: 1. pompa ion Na/ protein carrier yang berfungsi untuk mempertahankan konsentrasi Na lebih banyak di luar sel, dan K lebih banyak di dalam sel. a. penempelan 3 ion Na pada protein b. pemecahan ATP c. penempelan fosfat memicu perubahan bentuk protein sehingga Na keluar d. penempelan 2 ion K pada protein dan memicu pelepasan fosfat e. lepasnya fosfat membuat protein kembali ke bentuk semula f. ion K lepas dan masuk ke dalam sel 2. Kontranspor Transport aktif dari zat tertentu yang dapat menginisiasi transport zat terlarut lainnya dengan bantuan protein membrane. Contoh kontranspor pada mekanisme pengangkutan sukrosa Pengangkutan sukrosa: belajaror 2
ページ18:
[BIOLOGI] a. Pompa proton memompa ion H keluar dari vakuola dan melibatkan pemecahan ATP dan arahnya melawan gradien konsentrasi b. Konstransporter sukrosa - H' memasukan ion H dan sukrosa ke dalam vakuola secara bersamaan 3. Endositosis dan eksositosis Transport partikel yang ukurannya sangat besar, sehingga partikel akan masuk / keluar sel Bersama dengan membrane sel dan dibawa oleh kantong bermembran (vesikula). Endositosis Partikel masuk ke dalam sel Eksositosis Partikel berpindah dari dalam ke luar sel BELAJARER belajarer 3
ページ19:
SEL Definisi Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup. Setiap makhluk hidup tersusun atas sel-sel yang dapat berfungsi secara mandiri atau bersama-sama membentuk organisme kompleks. Geori Sel Menyatakan bahwa semua makhluk hidup terdiri atas sel sel adalah unit dasar kehidupan, dan semua sel berasal dari sel sebelumnya. >> Robert Hooke pertama kali menemukan sel pada tahun 1665 Struktur Sel Sel Prokariotika Sel tanpa inti sejati, contohnya bakteri. Memiliki struktur seperti membran sel, sitoplasma, ribosom, dan DNA yang tidak terbungkus membran. ●Sel Eukariotik: Sel dengan inti sejati, contohnya tumbuhan dan hewan. Memiliki struktur yang lebih kompleks seperti membran inti, organel-organel (mitokondria, kloroplas, retikulum endoplasma, dan lainnya). Organel Sel Nukleus (Inti Sel): Mengontrol aktivitas sel dan menyimpan materi genetik (DNA). ●Mitokondrias Tempat terjadinya respirasi sel untuk menghasilkan energi. ●Retikulum Endoplasma (RE): RE kasar (dengan ribosom) berfungsi dalam sintesis protein, sedangkan RE halus berfungsi dalam sintesis lipid dan detoksifikasi ●Badan Golgin Mengolah, mengemas dan mendistribusikan protein dan lipid. ●Lisosom: Mengandung enzim untuk mencerna material asing dan komponen sel yang rusak. ●Kloroplas (khusus pada sel tumbuhan): Tempat fotosintesis,
ページ20:
●Vakuolas Berperan dalam penyimpanan zat dan pengaturan tekanan osmotik. ●Membran Sel: Mengatur pertukaran zat antara lingkungan luar dan dalam sel. ●Dinding Sel(pada tumbuhan dan beberapa prokariotik): Memberikan perlindungan dan kekuatan mekanis. Fungsi & Jenis Sel Sel Tumbuhan: Memiliki dinding sel dan kloroplas, berfungsi dalam fotosintesis. Sel Hewan: Tidak memiliki dinding sel dan kloroplas, lebih fleksibel dan memiliki organel seperti sentriol yang tidak ada pada tumbuhan. Sel Prokariotik dan Eukariotika Prokariotik lebih sederhana, tidak memiliki organel bermembran, sedangkan Eukariotik lebih kompleks. Gransportasi Membran Difusi: Pergerakan zat dari konsentrasi tinggi ke rendah tanpa memerlukan energi. Osmosis: Difusi air melalui membran semipermeabel. Transport Aktif: Perpindahan zat melawan gradien konsentrasi dengan bantuan energi (ATP). Endositosis dan Eksositosis: Proses memasukkan atau mengeluarkan partikel besar melalui membran sel. Pembelahan Sel ●Mitosis: Pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak dengan jumlah kromosom yang sama dengan sel induk. Terjadi pada sel somatik ●Melosisa Pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak dengan setengah jumlah kromosom dari sel Induk Terjadi pada sel kelamin (gamet).
ページ21:
Jaringan Tumbuhan RANGKUMAN MATERI BIOLOGI KD 3.3 KELAS XI Notes by: @Belajarer Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang tersusun atas sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama membentuk suatu jaringan. Berdasarkan tingkat perkembangannya, jaringan tumbuhan dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu Jaringan Meristem (Muda) dan Jaringan Permanen (Dewasa). 1. Jaringan Meristem (Jaringan Muda) Jaringan meristem terdiri dari kumpulan sel muda yang aktif membelah secara mitosis (bersifat embrional) untuk pertambahan ukuran tumbuhan. Ciri-cirinya meliputi sel berukuran kecil, dinding sel tipis, nukleus besar, vakuola sangat kecil, dan kaya akan sitoplasma. A. Berdasarkan Struktur Pembentukannya: • Promeristem: Jaringan meristem yang sudah ada sejak tumbuhan masih dalam fase embrio. .Meristem Primer: Meristem yang ditemukan pada tumbuhan dewasa dan aktif membelah di ujung batang/akar, menyebabkan pertumbuhan vertikal (primer). ⚫Meristem Sekunder: Meristem yang berasal dari sel dewasa yang berubah menjadi embrional kembali, contohnya kambium dan kambium gabus (felogen), memicu pertumbuhan lateral (pelebaran). Zona Meristem Apikal B. Berdasarkan Letaknya pada Tumbuhan: Meristem Apikal: Berada di ujung akar dan ujung batang. Menghasilkan pemanjangan batang dan akar. Meristem Interkalar (Aksiler): Terletak di antara jaringan dewasa, contohnya di pangkal ruas batang rumput-rumputan (Gramineae). Meristem Lateral: Terletak sejajar dengan permukaan organ, seperti kambium pembuluh dan kambium gabus yang menyebabkan diameter batang membesar. 2. Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa) Biologi Kelas XI Jaringan Tumbuhan Catatan oleh Pelajar
ページ22:
Merupakan jaringan yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi dari sel-sel meristem, serta umumnya sudah tidak aktif membelah lagi (non-embrional). • Jaringan Epidermis (Pelindung): Jaringan terluar yang menutupi permukaan organ tumbuhan (akar, batang, daun). Selnya rapat tanpa ruang antarsel. Epidermis dapat bermodifikasi menjadi stomata, trikoma (rambut-rambut), spina (duri), dan sel kipas. ⚫ Jaringan Parenkim (Dasar): Ditemukan di hampir seluruh bagian tumbuhan. Memiliki sel hidup, dinding sel tipis, dan vakuola besar. Berfungsi sebagai pengisi organ, tempat fotosintesis (klorenkim), dan tempat penyimpanan cadangan makanan. Lapisan Epidermis & Parenkim *Jaringan Penyokong / Penguat: Menunjang kokohnya tubuh tumbuhan. Terbagi menjadi: ⚫ Kolenkim: Penguat organ yang masih aktif tumbuh. Terjadi penebalan selulosa di sudut-sudut selnya. Sel hidup. • Sklerenkim: Penguat organ tumbuhan yang sudah tua/berhenti tumbuh. Mengalami penebalan merata oleh senyawa lignin. Sel mati. Contohnya sklereid (sel batu) pada tempurung kelapa. *Jaringan Pengangkut (Vaskuler): Berperan penting dalam transportasi air dan nutrisi: ⚫ Xilem: Mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju ke daun. Terdiri dari trakea dan trakeid. ⚫Floem: Mengedarkan hasil fotosintesis organik dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Terdiri dari pembuluh tapis dan sel pengiring. 3. Struktur Organ Utama Tumbuhan Gabungan dari berbagai jaringan permanen membentuk organ-organ fungsional utama pada tumbuhan: Nama Organ Penyusun Utama Fungsi Bioproses Akar (Radix) Epidermis, Korteks (Parenkim), Endodermis (Pita Kaspari), Stele (Xilem & Floem). Absorpsi air/mineral tanah serta memperkokoh berdirinya batang tumbuhan. Batang (Caulis) Epidermis, Korteks, Stele (Berkas Pengangkut). Monokotil tersebar; Dikotil melingkar dibatasi kambium. Penyokong daun/bunga, serta jalur transportasi vertikal air dan asimilat. Daun (Folium) Epidermis (Kutikula & Stomata), Mesofil (Palisade & Spons), Berkas Vaskuler. Tempat utama terjadinya fotosintesis tanaman serta transpirasi air. Biologi Kelas XI Jaringan Tumbuhan Catatan oleh Belajar
ページ23:
Totipotensi dan Kultur Jaringan: Teori totipotensi menyatakan bahwa setiap sel tumbuhan hidup memiliki kapasitas genetis penuh untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu baru yang utuh jika ditumbuhkan pada kondisi medium nutrisi aseptik yang sesuai. Karakteristik ini dimanfaatkan secara luas dalam teknologi industri pembibitan vegetatif kultur jaringan. Tetap Semangat Belajar Biologi Bersama @Belajarer! Biologi Kelas XI Jaringan Tumbuhan Catatan oleh Belajar
ページ24:
RANGKUMAN MATERI JARINGAN HEWAN Biologi SMA/MA Kelas XI-Jaringan Somatis & Fungsinya By: @Belajarer Definisi: Sebagai organisme multiseluler, tubuh hewan disusun oleh kelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama, yang disebut sebagai jaringan hewan. Secara garis besar dibagi menjadi jaringan benih (germinal) dan jaringan tubuh (somatis). 1. Jaringan Epitel Jaringan epitel berfungsi sebagai pelapis organ dan rongga tubuh bagian luar (epitelium), membatasi rongga tubuh (mesotelium), dan membatasi organ tubuh (endotelium). Fungsi utamanya meliputi proteksi, absorpsi, sekresi, dan reseptor rangsang. Berdasarkan Lapisan dan Bentuk Sel: Pipih Selapis Lokasi: Kapsula bowman ginjal, alveolus, pembuluh darah. Fungsi: Difusi, filtrasi, dan pelapis dalam. Pipih Berlapis Lokasi: Kulit, rongga mulut, esofagus, vagina. Fungsi: Proteksi luar dan penghasil mukus. Batang Selapis Lokasi: Usus, dinding lambung, saluran pencernaan. Fungsi: Sekresi dan absorpsi nutrisi. Batang Berlapis Banyak Lokasi: Dinding kelopak mata, laring, faring, uretra. Fungsi: Proteksi dan sekresi ekskresi. Kubus Selapis Lokasi: Kelenjar air liur, retina mata, saluran nefron ginjal. Fungsi: Absorpsi dan sekresi. Kubus Berlapis Banyak Lokasi: Kelenjar keringat, kelenjar ludah, folikel ovarium. Fungsi: Proteksi dari gesekan. Transisi Lokasi: Kandung kemih, ureter, saluran pernapasan. Fungsi: Penahan regangan/tekanan (bentuk sel dapat berubah). Epitel Pipih Epitel Kubus Epitel Batang VISUALISASI TIGA BENTUK UTAMA JARINGAN EPITEL Rangkuman Biologi Kelas 11 - Jaringan Hewan Oleh: @Belajarer
ページ25:
2. Jaringan Ikat (Penyokong/Penyambung) Jaringan ikat berkembang dari lapisan mesoderm (mesenkim) embrio. Sel-selnya tidak berhimpitan rapat melainkan tersebar dalam matriks ekstraseluler. Berfungsi sebagai pelekat antarjaringan, pembungkus organ, pengisi rongga, pelindung dari bakteri, dan pemberi bentuk tubuh. Klasifikasi Jaringan Ikat: 1. Jaringan Ikat Sebenarnya: Ikat Longgar: Terdiri dari matriks yang mengandung fibroblas (serabut kolagen & elastis), mast cell (penghasil heparin), sel lemak, dan makrofag (pelindung imun). • Ikat Padat: Dibagi menjadi ikat kolagen (contoh: tendon melekatkan otot ke tulang) dan ikat elastis (contoh: ligamen penghubung antar-tulang). ⚫ Jaringan Lemak (Adiposum): Berfungsi menyimpan cadangan lemak, melindungi organ lunak (jantung/ ginjal), dan mencegah kehilangan panas tubuh. 2. Jaringan Tulang / Rangka: • Tulang Rawan (Kartilago): Tersusun dari matriks kondrin dan sel kondroblas. Jenisnya: Rawan Hialin (rusuk, hidung), Rawan Elastis (daun telinga, epiglotis), dan Rawan Fibrosa (diskus antarruas tulang belakang). • Tulang Keras (Osteon): Terbentuk dari garam anorganik kalsium fosfat (70%) dan serabut kolagen (30%). Osteoblas berkembang menjadi osteosit dalam lakuna. Memiliki susunan padat (Sistem Havers) atau berongga (tulang spons berisi sumsum merah hematopoietik). 3. Jaringan Darah dan Limfa: ⚫Darah: Terdiri atas sel darah merah (eritrosit - transport O₂ dan CO₂), sel darah putih (leukosit - imun/ fagosit), keping darah (trombosit - pembekuan), dan plasma darah. Limfa (Getah Bening): Cairan tanpa sel darah merah, melainkan kaya akan limfosit untuk sirkulasi zat dan pertahanan tubuh. Lamela Konsetris Saluran Havers (Pembu Osteosit (di dalam Laku STRUKTUR SISTEM HAVERS PADA JARINGAN TULANG KERAS Rangkuman Biologi Kelas 11 - Jaringan Hewan Oleh: @Belajarer
ページ26:
3. Jaringan Otot (Alat Gerak Aktif) Jaringan otot tersusun dari sel spesifik yang kaya akan miofibril (elemen kontraktil) dan membentuk sekitar 40% berat tubuh vertebrata. Berdasarkan struktur dan cara kerjanya, otot terbagi menjadi 3 jenis: ⚫ Otot Polos: Berbentuk kumparan/gelendong, memiliki 1 inti di tengah, tidak bergaris (polos). Bekerja involunter (di luar kesadaran), lambat, tidak mudah lelah. Terletak pada organ dalam (dinding lambung, pembuluh darah, saluran pernapasan). ⚫Otot Lurik (Otot Rangka): Berbentuk serabut silindris panjang, memiliki banyak inti di tepi sel, tampak garis melintang terang-gelap (lurik). Bekerja volunter (di bawah kesadaran), cepat, kuat, namun mudah lelah. Melekat erat pada rangka tubuh (contoh: otot bisep & trisep). ⚫ Otot Jantung: Berbentuk silindris bercabang yang saling bertautan melalui keping interkalar (diskus interkalaris), memiliki 1-2 inti di tengah sel, bergaris lurik. Bekerja involunter, teratur, otomatis, ritmis, dan hanya ditemukan di organ jantung. Otot Polos Otot Lurik Otot Jantung PERBANDINGAN KARAKTERISTIK STRUKTURAL TIGA JENIS OTOT 4. Jaringan Saraf (Sistem Koordinasi) Jaringan saraf tersusun atas kumpulan sel saraf yang dinamakan neuron. Neuron bertindak sebagai kesatuan fungsional yang memiliki kemampuan konduktivitas (menghantarkan impuls) untuk menghubungkan organ reseptor dengan efektor (otot/kelenjar). Komponen Utama Sel Saraf (Neuron): • Badan Sel: Mengandung inti sel di tengah dan sitoplasma dengan butir-butir Nissl (kaya RNA untuk sintesis protein) serta badan golgi. ⚫Dendrit: Uluran sitoplasma pendek bercabang-cabang halus yang berfungsi menghantarkan impuls dari luar menuju badan sel. ⚫ Akson (Neurit): Uluran sitoplasma tunggal yang panjang untuk menghantarkan impuls keluar dari badan sel menuju neuron lain atau efektor. Selubung Mielin & Sel Schwann: Mielin berfungsi sebagai isolator listrik akson. Sel Schwann berperan memberi nutrisi dan membantu regenerasi akson yang rusak. Celah sempit di antara sel Schwann disebut Nodus Ranvier (mempercepat jalannya impuls). Jenis Neuron Berdasarkan Fungsinya: ⚫ Sensorik (Aleren) Menyampaikan impuls dari reseptor (indera) menuju ke pusat saraf (otak dan sumsum tulang belakang). Rangkuman Biologi Kelas 11 Jaringan Hewan Oleh: @Belajarer
ページ27:
Motorik (Eferen) Membawa impuls tanggapan keluar dari pusat saraf menuju ke efektor (otot atau kelenjar). Penghubung (Asosiasi) Menghubungkan sel saraf sensorik dengan sel saraf motorik di dalam pusat saraf. Dendrit & Badan Sel Nock Ranvier Akson terbungkus Selubung Mielin Terminal Si STRUKTUR SEL SARAF (NEURON) BESERTA KOMPONEN PELINDUNGNYA Rangkuman Biologi Kelas 11 - Jaringan Hewan Oleh: @Belajarer
ページ28:
RANGKUMAN SERU JARINGAN HEWAN Materi Biologi Kelas 11 SMA By: @Belajarer Halo Pahamifren & Sahabat @Belajarer! Tubuh hewan sebagai organisme multiseluler disusun oleh banyak sel yang berkelompok membentuk jaringan. Jaringan somatis (tubuh) hewan dibagi menjadi 4 jenis utama. Yuk kita bahas satu per satu dengan penuh warna! 1. Jaringan Epitel (Pelapis & Proteksi) Jaringan epitel berfungsi sebagai pelapis organ dan rongga tubuh bagian luar hewan. Berdasarkan lokasinya bernama: Epitelium (permukaan luar), Mesotelium (rongga tubuh), dan Endotelium (membatasi organ dalam). Fungsi utama: Melindungi jaringan di bawahnya, sekresi (enzim/ mukus), absorpsi (penyerapan zat), dan sebagai reseptor rangsang. Jenis berdasarkan bentuk & lapisan: Pipih Selapis Tempat difusi & infiltrasi zat. Lokasi: Alveolus paru-paru, pembuluh darah. Pipih Berlapis Lapisan pelindung gesekan mekanis. Lokasi: Kulit, rongga mulut, esofagus. ⚫Batang Selapis Sekresi & absorpsi. Lokasi: Lambung, usus pencernaan. Kubus Selapis Pelindung & sekresi. Lokasi: Kelenjar air liur, nefron ginjal. ⚫Transisi Menahan regangan/tekanan (bisa berubah bentuk). Lokasi: Kandung kemih. 2. Jaringan Ikat (Penyokong & Sambungan) Berkembang dari mesenkim (mesoderm). Berfungsi mengikat jaringan, membungkus organ, mengisi rongga, dan menyokong tubuh. Sel-selnya berpencar di dalam matriks ekstraseluler. Pembagian Jaringan Ikat: • Jaringan Ikat Sebenarnya: . • Ikat Longgar: Punya fibroblas, sel cagak (heparin), sel lemak, Biologi Kelas 11⚫ @Belajarer Epitel Berlapis Halaman 1
ページ29:
makrofag. • Ikat Padat: Tendon (otot ke tulang) & Ligamen (tulang ke tulang). •Lemak (Adiposum): Cadangan energi & penahan panas tubuh. • Jaringan Rangka (Tulang): • Tulang Rawan (Kartilago): Lentur, matriks kondrin. Contoh: Daun telinga. • Tulang Keras (Osteon): Mengandung kalsium fosfat. Membentuk Sistem Havers. ⚫ Jaringan Darah & Limfa: Eritrosit (bawa O₂), Leukosit (imunitas), Trombosit (pembekuan), dan Plasma darah. 3. Jaringan Otot (Alat Gerak Aktif) Disusun oleh sel-sel khusus yang mampu berkontraksi karena mengandung elemen protein kontraktil bernama miofibril. Mengisi sekitar 40% berat tubuh. Tiga Jenis Otot Makhluk Hidup: Sel Darah & Matriks Otot Polos Bentuk kumparan/gelendong, 1 inti di tengah. Bekerja di luar kesadaran (involunter), lambat, tidak mudah lelah. Lokasi: Dinding saluran pencernaan, pembuluh darah. Serabut Otot Otot Lurik (Rangka) Bentuk silindris panjang, inti banyak di tepi, tampak garis gelap-terang. Bekerja secara sadar (volunter), cepat, mudah lelah. Lokasi: Melekat pada rangka tubuh. Otot Jantung Bentuk silindris bercabang, inti 1 di tengah, memiliki keping interkalar. Bekerja secara involunter, teratur, otomatis. Lokasi: Hanya di Jantung. 4. Jaringan Saraf (Penghantar Impuls) Disusun oleh kumpulan sel saraf yang disebut Neuron. Neuron memiliki kemampuan konduktivitas untuk menghantarkan sinyal komunikasi antara reseptor indra ke pusat saraf tubuh. Struktur & Komponen Utama Sel Saraf: ⚫Dendrit: Uluran sitoplasma pendek bercabang halus, berfungsi membawa/menerima impuls masuk ke badan sel. ⚫Badan Sel: Mengandung inti sel di tengah, sitoplasma, dan butir Nissl (sintesis protein). Biologi Kelas 11 @Belajarer 000< Struktur Sel Neuron Halaman 2
ページ30:
• Akson (Neurit): Uluran panjang penghantar impuls keluar dari badan sel. Dilapisi selubung mielin (isolator) dan sel Schwann. Jenis Neuron: Sensorik (bawa impuls ke otak/sumsum), Motorik (bawa impuls keluar dari pusat saraf ke otot), dan Penghubung (konektor antarneuron). Belajar Seru dan Mudah Bersama @Belajarer - See You Next Time! Biologi Kelas 11⚫ @Belajarer Halaman 3
ページ31:
RANGKUMAN BIOLOGI: SISTEM EKSKRESI Modul Pembelajaran SMA Kelas XI (KD 3.9) by @Belajarer Sistem Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Zat sisa ini harus dikeluarkan karena jika menumpuk dapat bersifat racun dan mengganggu metabolisme tubuh. Sistem ekskresi berbeda dengan defekasi (pengeluaran feses hasil pencernaan). | 1. Struktur dan Fungsi Organ Ekskresi Manusia Manusia memiliki 4 organ ekskresi utama yang bekerja menjaga keseimbangan tubuh (homeostasis): A. Ginjal (Ren) Berbentuk seperti kacang merah, berwarna merah keunguan, berjumlah sepasang di rongga perut bagian belakang. Ginjal berfungsi menyaring darah dan mengekskresikannya dalam bentuk urine. Setiap 24 jam, sepasang ginjal menyaring sekitar 180 liter darah. B. Kulit (Integumen) Terdiri dari lapisan Epidermis (luar) dan Dermis (dalam). Kulit berfungsi mengekskresikan keringat yang mengandung air, garam dapur (NaCl), urea, dan sisa metabolisme sel melalui kelenjar keringat, sekaligus berfungsi mengatur suhu tubuh. C. Paru-paru (Pulmo) Berperan mengeluarkan zat sisa berupa gas Karbon Dioksida (CO₂2) dan uap air (H220) yang dihasilkan dari proses respirasi seluler. Pertukaran gas ini terjadi di dalam alveolus. D. Hati (Hepar) Kelenjar terbesar dalam tubuh yang berfungsi sebagai organ detoksifikasi (menetralkan racun). Sebagai organ ekskresi, hati merombak sel darah merah (eritrosit) yang tua di sel histiosit menjadi cairan empedu (mengandung bilirubin dan biliverdin) serta menghasilkan urea dari sisa perombakan protein. 2. Mekanisme Pembentukan Urine di Ginjal Pembentukan urine terjadi di nefron (unit fungsional ginjal) melalui tiga tahapan utama:
ページ32:
Tahapan 1. Filtrasi 2. Reabsorpsi Tempat Terjadi Glomerulus & Kapsula Bowman Tubulus Kontortus Proksimal & Lengkung Henle 3. Augmentasi Tubulus Kontortus Distal & Tubulus Kolektivus Proses Ringkas Penyaringan darah karena tekanan darah yang mendorong molekul kecil melewati dinding kapiler. Penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh (glukosa, asam amino, air, dan garam). Penambahan zat sisa yang tidak diperlukan tubuh (H+, amonia, sisa obat) ke dalam urine sekunder serta reabsorpsi akhir air. Hasil Urine Primer (Filtrat Glomerulus) -mengandung air, glukosa, asam amino, urea. Urine Sekunder (Filtrat Tubulus) -mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu. Urine Sebenarnya (dialirkan ke pelvis, ureter, kandung kemih, lalu uretra). Faktor yang Memengaruhi Volume Urine: Jumlah air yang diminum, hormon ADH (Antidiuretic Hormone), suhu lingkungan, konsumsi zat diuretik (seperti kafein pada kopi/teh), kadar garam, emosi, dan kondisi kesehatan. 3. Gangguan dan Teknologi Sistem Ekskresi Gangguan/Kelainan Umum: • Batu Ginjal: Adanya endapan garam kalsium membentuk massa solid di rongga ginjal atau kandung kemih. • Diabetes Melitus (Kencing Manis): Urine masih mengandung glukosa akibat kekurangan hormon insulin. ⚫ Nefritis: Peradangan pada nefron ginjal akibat infeksi bakteri Streptococcus sp. ⚫ Gagal Ginjal: Kehilangan fungsi ginjal dalam menyaring limbah darah. Teknologi Penanganan: • Dialisis (Cuci Darah): Prosedur membersihkan zat sisa, racun, dan kelebihan cairan dari darah menggunakan mesin pengganti fungsi ginjal. • Transplantasi Ginjal: Operasi penggantian ginjal yang rusak dengan ginjal sehat dari donor.
ページ33:
Sumber: masuk-ptn.com BIOLOGI KELAS XI SISTEM REGULASI Sistem Endokrin Penjelasan Komprehensif Tentang Mekanisme Kelenjar Buntu dan Regulasi Hormonal Tubuh Manusia Created by @Belajarer
ページ34:
| Mengenal Hormon organs. These hormones control processes such as growth, metabolism, reproduction, and stress responses, maintaining overall homeostasis. Hypothalamus Pineal gland Pituitary gland Sistem endokrin menyekresi zat kimia pembawa pesan aktif bernama Hormon secara langsung ke aliran darah. Kelenjar Buntu: Tidak memiliki saluran sekresi khusus. Aksi Lambat: Memberikan efek bertahap tapi bertahan lama. Homeostasis: Mengatur metabolisme, tumbuh kembang, & reproduksi. -Thyroid gland Parathyroid glands Thymus gland Pancreas Adrenal glands Sumber: masuk-ptn.com @Belajarer Ovaries [Female]
ページ35:
| Kelenjar Utama Tubuh
Hipofisis
Berfungsi sebagai "Master of Glands" yang
mengendalikan seluruh sekresi kelenjar
endokrin lain di dalam tubuh manusia.
Tiroid & Adrenal
Tiroid mengatur tingkat metabolisme seluler
tubuh, sementara Adrenal mengatur respon
stress darurat ("Fight or Flight").
Pankreas
Menyekresi hormon Insulin dan Glukagon
yang secara aktif mengontrol dan menjaga
kestabilan kadar glukosa dalam darah.
Sumber: masuk-ptn.com
@Belajarer
ページ36:
| Kelainan & Gangguan Medis Nama Kelainan Penyebab Utama Diabetes Mellitus Kerusakan atau defisiensi hormon Insulin Gigantisme Hipersekresi GH pada masa anak-anak Karakteristik & Dampak Glukosa menumpuk di darah, tidak bisa diserap sel Status Regulasi DEFISIENSI Pertumbuhan tinggi dan tulang yang sangat ekstrem HIPERSEKRESI Penyakit Gondok Hiposekresi Tiroksin (Kekurangan Yodium) Pembengkakan kelenjar tiroid di area leher Penyakit Addison Hiposekresi hormon glukokortikoid Sumber: masuk-ptn.com Kelelahan kronis, penurunan berat, pigmentasi kulit HIPOSEKRESI HIPOSEKRESI @Belajarer
ページ37:
Sumber: masuk-ptn.com Paham Sistem Endokrin! Dengan mengerti bagaimana kelenjar buntu mengontrol seluruh sirkulasi internal kita, kita semakin menghargai betapa luar biasanya harmoni dalam tubuh manusia. Mari Belajar Biologi bersama @Belajarer
ページ38:
Image Sources Thumbnail fotps://img.magnific.com/free-vector/human-endocrine-system-diagram_1308-172532.jpg?semt=ais_hybrid&w=740&q=80 www.magnific.ource: www.magnific.com
ページ39:
RANGKUMAN MATERI BIOLOGI Sistem Endokrin (Sistem Hormon) - Kelas XI SMA By: @Belajarer Pengertian Sistem Endokrin Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar buntu (tidak memiliki saluran khusus) di dalam tubuh yang menghasilkan zat kimia bernama hormon. Hormon dilepaskan langsung ke dalam aliran darah dan diedarkan ke organ atau jaringan target untuk mengatur, mengendalikan, dan mengoordinasikan berbagai fungsi tubuh. Berbeda dengan sistem saraf yang bekerja menggunakan impuls listrik berkecepatan tinggi untuk respons instan, sistem endokrin bekerja secara lambat namun dampaknya bersifat jangka panjang atau luas (seperti pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi). Kelenjar Endokrin Utama & Hormon yang Dihasilkan Tubuh manusia memiliki beberapa kelenjar endokrin utama yang tersebar dari kepala hingga rongga perut: Kelenjar Tiroid & Paratiroid- Pankreas (Pulau Langerhans) Kelenjar Hipofisis (Otak) Kelenjar Adrenal (Anak Gin Kelenjar Gonad (Kelamin) Gambar 1: Pemetaan Kelenjar Endokrin Utama pada Tubuh Manusia Tabel Kelenjar, Hormon, dan Perannya Nama Kelenjar Hormon Utama Hipofisis (Master of Glands) Somatotropin (GH), TSH, ACTH, FSH, LH, Oksitosin, ADH Fungsi Utama/Peran Bagi Tubuh Terletak di dasar otak besar. Berperan mengatur pertumbuhan sel tubuh serta mengontrol sekresi kelenjar hormon lainnya. Halaman 1 Oleh @Belajarer
ページ40:
Nama Kelenjar
Hormon Utama
Fungsi Utama/Peran Bagi Tubuh
Tiroid (Kelenjar
Gondok)
Tiroksin, Triiodotironin,
Kalsitonin
Paratiroid
(Kelenjar Anak
Gondok)
Parathormon (PTH)
Adrenal (Kelenjar
Anak Ginjal)
Adrenalin (Epinefrin),
Glukokortikoid,
Mineralokortikoid
Pankreas (Pulau
Langerhans)
Insulin dan Glukagon
Estrogen & Progesteron
(Ovarium); Testosteron
Gonad (Kelenjar
Kelamin)
(Testis)
Mengatur laju metabolisme basal, penggunaan
energi, dan kalsitonin menurunkan kadar kalsium
darah.
Meningkatkan kadar kalsium darah dengan cara
menstimulasi penyerapan kalsium di usus dan
ginjal.
Memicu respons "fight or flight" (meningkatkan
denyut jantung & gula darah) saat stres, serta
mengatur keseimbangan garam dan air.
Insulin: Menurunkan kadar gula darah dengan
mengubah glukosa menjadi glikogen.
Glukagon: Meningkatkan gula darah.
Merangsang perkembangan ciri kelamin sekunder
(pria/wanita) dan mengatur proses reproduksi
(seperti siklus menstruasi & spermatogenesis).
Mekanisme Kerja: Hubungan Hipotalamus & Hipofisis
Sistem hormon dikendalikan secara ketat oleh Hipotalamus yang bertindak sebagai jembatan antara
sistem saraf dan sistem endokrin. Hipotalamus mendeteksi kondisi internal tubuh lalu melepaskan
faktor pembebas (*releasing hormones*) untuk memicu atau menghentikan produksi hormon di kelenjar
Hipofisis.
Pengaturan ini menggunakan prinsip Umpan Balik Negatif (Negative Feedback Loop). Ketika kadar
suatu hormon di dalam darah sudah mencukupi atau terlalu tinggi, sinyal akan dikirim ke hipotalamus
dan hipofisis untuk menghentikan sekresi hormon pemicu, sehingga kestabilan tubuh ("homeostasis*)
tetap terjaga.
.
Gangguan pada Sistem Endokrin
• Diabetes Mellitus: Disebabkan oleh kegagalan produksi atau fungsi hormon insulin, ditandai
dengan tingginya kadar glukosa dalam darah (kencing manis).
Halaman 2
Oleh @Belajarer
ページ41:
.
• Gigantisme & Kretinisme: Gigantisme terjadi akibat kelebihan ("hipersekresi") hormon
.
pertumbuhan (GH) pada masa anak-anak. Sebaliknya, kretinisme (kekerdilan fisik dan mental)
terjadi akibat kekurangan (*hiposekresi") hormon pertumbuhan atau hormon tiroid.
• Penyakit Gondok (Goiter): Pembengkakan kelenjar tiroid di leher akibat kekurangan zat yodium,
yang merupakan bahan utama sintesis hormon tiroksin.
• Penyakit Addison: Kerusakan kelenjar adrenal yang mengakibatkan produksi hormon
glukokortikoid menurun, menyebabkan kelelahan kronis dan pigmentasi kulit.
Halaman 3
Oleh @Belajarer
ページ42:
Sistem Pertahanan Tubuh Manusia Biologi Kelas XI - Kurikulum 2013 Written by @Belajarer
ページ43:
Garda Terdepan Tubuh Melindungi dari serangan bakteri, virus, dan antigen berbahaya
ページ44:
Fungsi Sistem Pertahanan Proteksi Aktif Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit dengan menghancurkan patogen yang masuk. Homeostasis Membuang sel-sel yang rusak atau mati untuk menjaga keseimbangan jaringan tubuh.
ページ45:
Pertahanan Non-Spesifik dreamstTTING Pertahanan ini tidak membedakan jenis patogen. Terbagi menjadi dua lapis: • Lapis Pertama: Kulit (fisik), Membran Mukosa, dan Air Mata (kimia). • Lapis Kedua: Inflamasi (peradangan), Sel Fagosit (memakan bakteri), dan Protein Antimikroba. Platelet plug formation Clot formation Platelet Fibrin Fig 1. Formation of a blood clot. Platelet plug
ページ46:
Mekanisme Pertahanan Fisik Kulit Lapisan keratin mencegah masuknya mikroba dan asam lemak menghambat bakteri. Mukosa Lendir memerangkap mikroba yang kemudian dibuang melalui gerakan silia. Inflamasi Respon cepat saat jaringan rusak untuk membatasi penyebaran infeksi.
ページ47:
Pertahanan Spesifik Dikenal sebagai kekebalan adaptif, bekerja spesifik terhadap antigen tertentu. Limfosit adalah kuncinya: • Sel B: Memproduksi antibodi untuk melawan antigen di luar sel. • Sel T: Menghancurkan sel yang terinfeksi patogen secara langsung. Lymphocytes lymphocyte cells
ページ48:
Jenis Imunoglobulin 5 Tipe Antibodi Utama Antibodi (Ig) Molekul glikoprotein yang menempel pada antigen. Terdiri dari: IgG, IgA, IgM, IgE, dan IgD. Masing-masing memiliki peran khusus seperti perlindungan janin (IgG) atau respon alergi (IgE).
ページ49:
Cara Kerja Antibodi Netralisasi: Menutup sisi antigen agar tidak berbahaya bagi sel tubuh. Aglutinasi: Menggumpalkan patogen agar mudah dimakan oleh sel fagosit. Fiksasi Komplemen: Mengaktifkan protein yang dapat melubangi dinding sel bakteri. Presipitasi: Mengendapkan antigen yang larut agar mudah dideteksi.
ページ50:
Kekebalan Aktif vs Pasif Jenis Kekebalan Alami Aktif Pasif Buatan Sembuh dari infeksi penyakit ASI dan IgG lewat Plasenta Vaksinasi (Antigen yang dilemahkan) Injeksi Serum Antibodi
ページ51:
Efektivitas Imunisasi Tanpa Imunisasi Dosis Tunggal Dosis Lengkap siko 40% Resiko 85% Resiko Data menunjukkan penurunan signifikan resiko infeksi setelah pemberian imunisasi lengkap.
ページ52:
Gangguan Sistem Imun STRENGTH & VITALITY: A ROBUST DEFENSE HIV VIRUS IMMUNE SYSTEM HIV VIRUS Alergi Hipersensitivitas terhadap zat asing yang tidak berbahaya. Autoimun Sistem imun menyerang sel tubuh sendiri (Lupus, RA). Imunodefisiensi Menurunnya kemampuan imun melawan infeksi (HIV/AIDS).
ページ53:
Image Sources https://studymind.co.uk/wp-content/uploads/2022/03/Screen-Shot-2022-03-29-at-7.30.53-PM.png Source: studymind.co.uk Thumbnail fo//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8d/T-cell_and_microvillus.png Source: en.wikipedia.org en.wikipedia.org https://static.vecteezy.com/system/resources/thumbnails/080/530/510/small/awareness-of-drug-allergy-tiny-people-diagnose-symptoms-of-dermatitis-irritation-and-itching-on-skin-of-sick-patients- hands-due-to-medicines-from-pharmacy-taking-cartoon-vector.jpg Source: www.vecteezy.com https://media.easy-peasy.ai/ec8acd1f-7a38-47bb-a5a5-e9728eef0480/02fa67c5-54a3-4914-a34a-720dded030ca_medium.webp Source: easy-peasy.ai https://ih1.redbubble.net/image.2930221302.2672/fcp,small,wall_texture,product,750x1000.jpg Source: www.redbubble.com
ページ54:
RANGKUMAN BIOLOGI KELAS XI Materi Kompetensi Dasar 3.10: Sistem Koordinasi & Regulasi Manusia By: @Belajarer Pengantar Sistem Koordinasi Sistem koordinasi merupakan suatu sistem dalam tubuh manusia yang berfungsi mengatur dan mengintegrasikan aktivitas organ-organ tubuh agar dapat bekerja secara serasi, selaras, dan efisien. Tubuh manusia merespons setiap perubahan lingkungan (rangsangan/stimulus) melalui kerja sama tiga komponen utama: 1. Reseptor: Alat penerima rangsangan, seperti organ-organ indra. 2. Sistem Saraf & Hormon: Pengolah dan penghantar informasi/regulasi. 3. Efektor: Bagian tubuh yang menanggapi rangsangan, yaitu otot dan kelenjar. 1. Sistem Saraf (Regulasi Cepat) Sistem saraf bertugas mengatur aktivitas tubuh menggunakan impuls listrik secara cepat. Satuan struktural dan fungsional terkecil dari sistem saraf adalah neuron (sel saraf). Struktur Neuron ⚫Dendrit: Serabut pendek bercabang yang berfungsi menerima impuls dari reseptor atau neuron lain dan membawanya ke badan sel. • Badan Sel: Bagian utama yang mengandung inti sel (nukleus) dan sitoplasma. • Akson (Neurit): Serabut panjang yang menghantarkan impuls keluar dari badan sel menuju neuron lain atau efektor. Dilapisi oleh selubung mielin yang berfungsi sebagai isolator dan mempercepat jalannya impuls. Halaman 1 Dendrit Badan Sel Selubung Mielin (Akson) Terminal Akson Gambar 1: Struktur dasar sel saraf (Neuron) dengan komponen utamanya. Oleh @Belajarer
ページ55:
Klasifikasi Neuron Berdasarkan Fungsi Jenis Neuron Neuron Sensorik (Aferen) Neuron Motorik (Eferen) Neuron Asosiasi (Interneuron) Fungsi Utama Menghantarkan impuls dari reseptor (indra) ke pusat saraf. Menghantarkan impuls dari pusat saraf ke efektor (otot/kelenjar). Menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik di pusat saraf. Mekanisme Jalannya Impuls Saraf Impuls dapat merambat melalui dua cara utama, yaitu: Arah Impuls Reseptor - Otak / Sumsum Tulang Belakang Pusat Saraf - Efektor Ditemukan di dalam Pusat Saraf ⚫ Sepanjang Membran Sel Saraf: Terjadi karena perubahan muatan listrik yang disebut depolarisasi dan repolarisasi memanfaatkan pompa ion Na* dan K*. . ⚫ Melewati Sinapsis: Sambungan antarneuron yang memanfaatkan zat kimia bernama neurotransmiter (contoh: asetilkolin, dopamin) yang dilepaskan ke celah sinapsis untuk meneruskan informasi. Sistem Saraf Manusia Sistem saraf manusia dibagi menjadi dua bagian besar: 1. Sistem Saraf Pusat (SSP): Terdiri atas Otak (pusat kesadaran, memori, berpikir) dan Sumsum Tulang Belakang (Medula spinalis) (pusat refleks dan penghubung impuls ke otak). 2. Sistem Saraf Tepi (SST): Jaringan saraf yang bercabang dari SSP ke seluruh tubuh. Terdiri atas saraf somatik (sadar) dan saraf otonom (tidak sadar, meliputi simpatik dan parasimpatik). | 2. Sistem Hormon / Endokrin (Regulasi Lambat) Sistem hormon mengatur aktivitas metabolisme, pertumbuhan, reproduksi, dan homeostasis tubuh secara lambat melalui zat kimia organik yang disebut hormon. Hormon disekresikan oleh kelenjar buntu (kelenjar endokrin) langsung ke pembuluh darah karena tidak memiliki saluran khusus. Halaman 2 Oleh @Belajarer
ページ56:
Hipofisis (Master of Glands) Tiroid (Kelenjar Gondok)- Kelenjar Reproduksi Pankreas & Adrenal Gambar 2: Letak kelenjar-kelenjar endokrin utama dalam tubuh manusia. Kelenjar Endokrin Utama dan Hormon yang Dihasilkan Nama Kelenjar Hormon Utama Hipofisis (Pituitari) GH (Growth Hormone), TSH, ACTH, LH, FSH Tiroid (Gondok) Tiroksin Adrenal (Anak Ginjal) Adrenalin (Epinefrin) Pankreas (Pulau Langerhans) Insulin dan Glukagon Gonad (Kel. Kelamin) Estrogen, Progesteron (Wanita); Testosteron (Pria) Fungsi/Peran Utama Mengatur pertumbuhan; menstimulasi kerja kelenjar endokrin lainnya (Master of Glands). Mengatur kecepatan laju metabolisme basal dalam tubuh. Meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan kadar gula darah saat kondisi stres/darurat. Insulin menurunkan kadar gula darah (glukosa → glikogen); Glukagon menaikkan kadar gula darah. Mengatur ciri-ciri kelamin sekunder dan mendukung sistem reproduksi. 3. Sistem Indra (Alat Penerima Rangsang) Sistem indra terdiri atas organ-organ khusus yang dilengkapi dengan reseptor spesifik untuk mengenali perubahan lingkungan luar tubuh. Manusia memiliki lima indra (Pancaindra): 1. Indra Penglihatan (Mata): Mengandung sel Fotoreseptor (sel batang untuk cahaya redup, sel kerucut untuk cahaya terang dan warna). Bagian penting meliputi kornea, lensa (akomodasi), retina (bintik kuning sebagai pusat penglihatan). 2. Indra Pendengaran & Keseimbangan (Telinga): Mengandung Fonoreseptor / Mekanoreseptor. Rambut halus pada organ korti di dalam koklea (rumah siput) merespons getaran suara. Sementara itu, saluran semisirkular berfungsi menjaga keseimbangan tubuh. 3. Indra Pembau (Hidung): Mengandung Kemoreseptor gas berupa sel-sel olfaktori di rongga hidung atas yang sensitif terhadap bau kimia di udara. Halaman 3 Oleh @Belajarer
ページ57:
4. Indra Pengecap (Lidah): Mengandung Kemoreseptor cair berupa kuncup pengecap (taste buds). Lidah peka terhadap lima rasa dasar: manis, asin, asam, pahit, dan umami (gurih). 5. Indra Peraba (Kulit): Mengandung Mekanoreseptor & Termoreseptor. Dilengkapi berbagai ujung saraf: Meissner & Merkel (sentuhan), Ruffini (panas), Krause (dingin), Paccini (tekanan kuat), dan ujung saraf bebas (rasa nyeri). Gangguan dan Kelainan Sistem Koordinasi ⚫ Sistem Saraf: Meningitis (radang selaput otak), Stroke (kerusakan otak akibat pecah/penyumbatan pembuluh darah), Parkinson (kekurangan dopamin, tubuh gemetar). ⚫Sistem Hormon: Diabetes Mellitus (kekurangan hormon insulin), Kekerdilan / Kretinisme (kekurangan GH pada masa anak-anak), Gigantisme (kelebihan GH pada masa anak-anak). . ⚫ Sistem Indra: Miopi (rabun dekat), Presbiopi (mata tua), Tuli konduktif/saraf, dan Anosmia (kehilangan kemampuan membau). Halaman 4 Oleh @Belajarer
ページ58:
RANGKUMAN MATERI BIOLOGI Sistem Pencernaan Manusia (KD 3.7) Kelas XI MIPA Created by: @Belajarer 1. Pengantar Sistem Pencernaan Makanan yang kita konsumsi harus dicerna atau dipecah menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dan sederhana agar dapat diserap oleh saluran pencernaan dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Secara garis besar, proses pencernaan manusia dibagi menjadi dua jenis: • Pencernaan Mekanik: Proses pemecahan makanan menjadi partikel yang lebih kecil tanpa melibatkan bantuan zat enzim (misalnya, proses mengunyah makanan oleh gigi). . ⚫ Pencernaan Kimiawi: Proses pemecahan zat makanan menggunakan bantuan enzim pencernaan untuk mengubah makromolekul menjadi monomer sederhana. | 2. Saluran Pencernaan Manusia Saluran pencernaan merupakan rangkaian organ berongga yang dilewati langsung oleh bolus atau massa makanan: 1. Rongga Mulut: Tempat terjadinya pencernaan mekanik (oleh gigi dan lidah) serta pencernaan kimiawi. Di dalam mulut terdapat kelenjar ludah (seperti glandula parotis) yang memproduksi air liur yang mengandung enzim ptialin/amilase untuk mengubah amilum (polisakarida) menjadi disakarida/glukosa. 2. Esofagus (Kerongkongan): Saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Di dalam esofagus tidak terjadi proses pencernaan, melainkan gerakan otot ritmis yang dikenal sebagai gerakan peristaltik untuk mendorong bolus masuk ke lambung. Epiglotis di pangkal tenggorokan berfungsi menjaga agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. 3. Lambung (Ventrikulus): Organ kantung berotot tempat makanan diaduk secara mekanik dan dicerna secara kimiawi. Lambung menghasilkan asam lambung (HCI) yang berfungsi mematikan bakteri pada makanan serta mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin untuk memecah protein. 4. Usus Halus (Intestinum): Terdiri atas tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan). Tempat terjadinya penyelesaian pencernaan kimiawi menggunakan enzim-enzim dari pankreas dan dinding usus, serta tempat utama penyerapan sari makanan. 5. Usus Besar (Kolon): Tempat terjadinya penyerapan air, mineral, dan ion-ion yang tersisa dari sisa pencernaan. Proses pembentukan dan pembusukan feses di usus besar sangat dibantu oleh aktivitas bakteri Escherichia coli. 6. Rektum & Anus: Rektum berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh melalui anus. Biologi Kelas XI-Sistem Pencernaan Catatan oleh @Belajarer
ページ59:
| 3. 3. Kelenjar Pencernaan Pendukung Selain saluran utama, terdapat organ kelenjar pencemaan yang menyekresikan zat-zat kimia penting: • Hati: Menyaring racun dari darah dan memproduksi cairan empedu yang mengandung garam empedu untuk mengemulsikan lemak agar mudah dicerna oleh enzim. • Kantung Empedu: Organ berbentuk kantung kecil dekat duodenum yang berfungsi menyimpan dan menyalurkan cairan empedu ke usus halus. • Pankreas: Kelenjar yang terletak di bawah lambung, menghasilkan berbagai jenis enzim pencernaan penting (seperti amilase, tripsin, dan lipase) yang dialirkan langsung menuju usus dua belas jari. Ringkasan Enzim & Zat Kimia Utama Organ Penghasil Zat/Enzim Fungsi Utama Kelenjar Air Liur Ptialin (Amilase) Mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa/disakarida. Lambung Asam Lambung (HCI) Membunuh bakteri dalam makanan dan mengaktifkan pepsin. Lambung Pepsin & Renin Memecah protein menjadi peptone; menggumpalkan kasein susu. Hati Cairan Empedu Mengemulsikan lemak agar partikelnya lebih mudah dipecah. Pankreas & Usus Amilase, Tripsin, Lipase Mencerna karbohidrat, protein, dan lemak di dalam usus halus. 4. Gangguan dan Kelainan Fungsi Sistem pencernaan dapat mengalami hambatan akibat infeksi, pola makan, maupun faktor fisiologis. Beberapa gangguan umum yang dipelajari meliputi: ⚫ Gastritis: Peradangan atau inflamasi pada selaput lendir dinding lambung yang sering dipicu meningkatnya asam lambung. ⚫ Apendisitis: Peradangan yang terjadi pada bagian apendiks (usus buntu). • Peritonitis: Infeksi atau radang berbahaya pada membran rongga perut (peritoneum). ~Semangat Belajarnya! Tetap Sehat dan Teratur Menjaga Pola Makan Biologi Kelas XI-Sistem Pencernaan Catatan oleh @Belajarer
ページ60:
RANGKUMAN: SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Berdasarkan Modul Biologi Kelas XI KD 3.8 by @Belajarer 1. Struktur & Fungsi Organ Pernapasan Sistem pernapasan manusia berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen (O2) dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida (CO2) serta uap air (H2O) dengan tujuan utama untuk menghasilkan energi. Rongga Hidung Faring (Tekak) Laring Trakea Bronkus & Bronkiolus Alveolus Dilengkapi selaput lendir, kelenjar minyak, kelenjar keringat, rambut pendek untuk menyaring kotoran, serta konka yang kaya kapiler darah untuk menghangatkan suhu udara. Jalur pipa vertikal persimpangan antara saluran pencernaan (esofagus) di belakang dan saluran pernapasan (laring) di depan. Kotak suara yang memiliki katup epiglotis untuk mencegah makanan masuk ke dalam trakea saat menelan. Batang tenggorokan berupa cincin tulang rawan berlipat silia esepitelial untuk menyaring partikel debu asing yang lolos dari hidung. Cabang utama trakea menuju paru-paru kanan dan kiri, yang bercabang lagi menjadi pipa-pipa lebih kecil (bronkiolus). Kantung udara tipis di ujung bronkiolus yang dikelilingi kapiler darah. Di sinilah tempat terjadinya proses difusi gas yang sebenarnya. Luas permukaannya mencapai 160 m². Rangkuman Biologi Kelas XI - Sistem Pernapasan Ditulis oleh @Belajarer
ページ61:
2. Mekanisme Pernapasan Proses pernapasan terdiri atas dua tahap utama: Inspirasi (menghirup udara) dan Ekspirasi (mengembuskan udara). Berdasarkan otot yang berperan, dibagi menjadi: A. Pernapasan Dada (Melibatkan Otot Antartulang Rusuk) • Inspirasi: Otot antartulang rusuk berkontraksi tulang rusuk terangkat rongga dada membesar- tekanan udara paru-paru mengecil udara luar masuk. • Ekspirasi: Otot antartulang rusuk relaksasi - tulang rusuk turun-rongga dada mengecil - tekanan udara paru-paru membesar - udara keluar. B. Pernapasan Perut (Melibatkan Otot Diafragma) • Inspirasi: Otot diafragma berkontraksi diafragma mendatar - rongga dada membesar - tekanan mengecil - udara masuk. • Ekspirasi: Otot diafragma relaksasi diafragma melengkung ke atas - rongga dada mengecil- tekanan membesar - udara keluar. 3. Volume Paru-Paru & Difusi Gas Pertukaran gas terjadi karena perbedaan tekanan parsial (P). Udara bersih di alveolus berdifusi menembus membran kapiler darah karena PO₂ di alveolus (-100 mmHg) lebih tinggi daripada di dalam darah kapiler. • Kapasitas Total: Daya tampung paru-paru berkisar +6 liter. • Volume Residual: Udara sisa yang tidak dapat diembuskan lagi meskipun sudah dipaksa maksimal (sekitar 1.0 - 1.5 liter). •Faktor Frekuensi Pernapasan: Dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, suhu tubuh, posisi tubuh, dan aktivitas fisik (saat berlari frekuensi napas jauh lebih cepat dibanding saat duduk). 4. Gangguan & Kelainan Sistem Pernapasan Struktur pernapasan manusia rentan terhadap infeksi patogen atau dampak buruk polusi udara: Asma Penyempitan saluran pernapasan akibat hipersensitivitas/alergi terhadap debu, rambut, atau perubahan suhu. TBC (Tuberkulosis) Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang memicu munculnya bintil-bintil pada dinding alveolus. Pneumonia Infeksi paru-paru (bakteri/virus) yang menyebabkan alveolus dipenuhi oleh cairan lendir/limfa sehingga difusi gas terhambat. Emfisema Robek atau hilangnya elastisitas dinding alveolus secara bertahap sehingga luas permukaan pertukaran gas berkurang drastis. Bronkitis Peradangan pada lapisan pelindung jalur pipa utama bronkus akibat infeksi atau paparan asap rokok. Rangkuman Biologi Kelas XI - Sistem Pernapasan Ditulis oleh @Belajarer
ページ62:
RANGKUMAN MATERI BIOLOGI: SISTEM RANGKA & OTOT Materi Pembelajaran Biologi Kelas 11 - Sistem Muskuloskeletal by @Belajarer Tubuh manusia didukung oleh sistem kompleks yang dikenal sebagai sistem muskuloskeletal, yang terdiri dari sistem rangka dan sistem otot. Keduanya bekerja secara sinergis (beriringan) untuk menopang tubuh, memberikan wujud bentuk fisik, memfasilitasi pergerakan tubuh, serta melindungi organ-organ internal yang bersifat vital. 1. Anatomi & Fungsi Sistem Rangka Sistem rangka manusia dewasa terdiri dari sekitar 206 tulang, yang saling terhubung melalui sendi dan tulang rawan. Rangka tubuh dibagi menjadi dua kelompok utama: • Rangka Aksial (Poros Tubuh): Terletak di bagian tengah tubuh, meliputi: ⚫ Tulang tengkorak (22 tulang) untuk melindungi otak dan membentuk wajah. • Tulang belakang (33 ruas vertebrae) untuk menopang tubuh dan menyokong sumsum tulang belakang. • Tulang rusuk (24 tulang) dan tulang dada (sternum) untuk melindungi organ jantung dan paru-paru. • Rangka Apendikular (Anggota Gerak): Meliputi tulang selangka, belikat, gelang panggul, serta tulang anggota gerak atas (tangan) dan anggota gerak bawah (kaki). Berperan aktif dalam pergerakan mekanis. angka: Aksial (Biru/Orange) & Apendikula Fungsi Utama Rangka: 1. Menopang dan memberi bentuk postur pada tubuh manusia agar bisa berdiri tegak. 2. Melindungi organ-organ vital (tengkorak melindungi otak; rusuk melindungi paru-paru & jantung). 3. Tempat melekatnya otot rangka selaku alat gerak aktif. 4. Fungsi Hematopoiesis: Pembentukan sel-sel darah baru di dalam sumsum tulang. 5. Tempat penyimpanan cadangan mineral penting tubuh seperti kalsium dan fosfor.
ページ63:
| 2. Anatomi & Jenis-Jenis Otot Otot merupakan jaringan elastis di dalam tubuh yang berfungsi sebagai alat gerak aktif karena memiliki kemampuan untuk berkontraksi (memendek/mengencang) dan berelaksasi (memanjang/kembali ke bentuk semula). Letak/PosisiSifat KerjaFungsi Utama Karakteristik Otot Rangka (Skeletal) Otot Polos (Smooth) Otot Jantung (Cardiac) Melekat pada tulang rangka (lambung, usus) Dinding organ dalam Hanya terdapat di Jantung Sadar (Volunter) Tidak sadar (Involunter) Pergerakan tubuh, angkat beban Proses pencernaan & aliran darah Otomatis & Tidak sadar (Involunter) Memompa darah ke seluruh tubuh Ilustrasi Kontraksi Otot (Sifat Elastisitas) 3. Mekanisme Kerja Sinergis & Jenis Gerakan Tulang bertindak sebagai pengungkit/tuas, sedangkan otot bertindak sebagai gaya penggeraknya. Gerakan dihasilkan melalui koordinasi otot yang saling bekerja sama: ⚫ Gerak Antagonis: Dua otot yang bekerja saling berlawanan. Contohnya otot bisep dan trisep. Ketika menekuk lengan bawah ke atas, otot bisep berkontraksi sedangkan trisep berelaksasi. Jenis-Jenis Gerakan Tubuh: • Fleksi: Menekuk sendi (contoh: menekuk lutut/siku). • Ekstensi: Meluruskan sendi kembali (contoh: meluruskan tangan). • Abduksi & Adduksi: Gerakan menjauhi garis tengah tubuh (abduksi) dan mendekati garis tengah tubuh (adduksi). ⚫Rotasi: Gerakan memutar pada sumbu poros tubuh (contoh: memutar kepala).
ページ64:
| 4. Gangguan & Penyakit Sistem Muskuloskeletal Gangguan Sistem Rangka ⚫ Osteoporosis: Pengeroposan tulang akibat hilangnya kepadatan mineral. . • Skoliosis / Kifosis / Lordosis: Kelainan kelengkungan tulang belakang. • Artritis: Peradangan akut pada area persendian. • Fraktur: Patah atau retak tulang akibat benturan fisik. Gangguan Sistem Otot • Kram Otot: Kontraksi otot mendadak dan kaku disertai nyeri. • Distrofi Otot: Penyakit genetik kelemahan otot secara progresif. • Atrofi Otot: Pengecilan volume otot akibat jarang digunakan. . • Miastenia Gravis: Gangguan autoimun melemahnya otot rangka. 5. Cara Menjaga Kesehatan & Inovasi Medis Untuk menjaga kestabilan rangka dan otot hingga usia lanjut, langkah yang dapat diterapkan antara lain: • Nutrisi Seimbang: Mengonsumsi makanan tinggi kalsium, vitamin D, serta protein cukup. ⚫ Aktivitas Fisik: Olahraga beban secara teratur guna merangsang kepadatan tulang dan massa otot. • Ergonomi Postur: Menjaga posisi duduk dan berdiri yang benar serta tidak membungkuk berlebihan. Inovasi modern saat ini meliputi pengembangan cetak tulang 3D (3D printing bone), terapi stem cell untuk regenerasi otot, hingga penggunaan alat bantu prostetik canggih terkoneksi sensor saraf otot tubuh.
ページ65:
RANGKUMAN SERU: SISTEM SIRKULASI MANUSIA Materi Biologi Kelas XI. Kompetensi Dasar 3.4 by @Belajarer 1. Komponen Utama Darah Darah merupakan jaringan ikat khusus yang mengalir ke seluruh tubuh. Di dalam tubuh kita, darah memiliki fungsi vital: mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, serta sisa metabolisme sel, sekaligus menjaga suhu dan sistem pertahanan tubuh. Darah terdiri atas dua komponen struktural utama: • Plasma Darah (±55%) : Cairan berwarna kekuningan yang sebagian besar air (90%), mengandung protein plasma (albumin, globulin, fibrinogen) serta sari makanan terlarut. ⚫Sel-sel Darah (±45%): Terbagi menjadi tiga macam sel pelaksana tugas khusus yang mengapung di dalam plasma. Komposisi Plasma & Sel Darah Mengenal 3 Jenis Sel Darah Utama: Karakteristik Utama Jenis Sel Eritrosit (Sel Darah Merah) Leukosit (Sel Darah Putih) Bikonkaf, tidak memiliki inti sel, kaya akan protein pigmen Hemoglobin (Hb). Memiliki inti sel, bentuk amuboid (berubah- ubah), dapat bergerak di luar pembuluh (diapedesis). Trombosit (Keping Darah) Fragmen sel kecil, tidak berinti, mudah pecah jika bergesekan dengan permukaan kasar. Fungsi Bioproses Mengikat molekul Oksigen (O2) dari paru-paru dan mengedarkannya ke sel tubuh. Sebagai antibodi dan sistem imunitas (fagositosis) melawan kuman/virus asing. Memicu pembekuan darah melalui pelepasan trombokinase saat terjadi luka luar. 2. Struktur Alat Peredaran Darah Biologi XI Sistem Sirkulasi Manusia Catatan oleh @Belajarer
ページ66:
Agar darah dapat terus mengalir secara kontinu, tubuh manusia dilengkapi dengan alat pompa mekanis dan sistem perpipaan internal yang efisien: ⚫Jantung (Cor): Terdiri atas 4 ruang utama: Atrium Dekster (Serambi Kanan), Atrium Sinister (Serambi Kiri), Ventrikel Dekster (Bilik Kanan), dan Ventrikel Sinister (Bilik Kiri). Bilik kiri memiliki lapisan otot paling tebal karena memompa darah ke seluruh tubuh. . ⚫ Pembuluh Darah: Pembuluh balik (Vena) mengalirkan darah menuju jantung, pembuluh nadi (Arteri) mengalirkan darah keluar dari jantung, dan pembuluh kapiler sebagai area pertukaran mikroskopis zat nutrisi dan gas. LA RV LV 4 Ruang jantung & Ketebalan Bilik 3. Mekanisme Peredaran Darah Manusia Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup (darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah) dan ganda (darah melewati jantung sebanyak dua kali dalam satu siklus sirkulasi penuh): 1. Peredaran Darah Kecil (Pulmonal): Sirkulasi pendek mengalirkan darah kaya CO₂ dari jantung untuk dibersihkan di paru-paru. Bilik Kanan - Arteri Pulmonalis - Paru-Paru - Vena Pulmonalis - Serambi Kiri. 2. Peredaran Darah Besar (Sistemik): Sirkulasi panjang mengalirkan darah kaya O₂ dari jantung untuk memasok seluruh jaringan organ tubuh. Bilik Kiri - Aorta - Seluruh Tubuh - Vena Cava - Serambi Kanan. 4. Gangguan Klinis Sistem Sirkulasi Pola hidup yang tidak seimbang atau kelainan genetika dapat memicu malafungsi sirkulasi, di antaranya: ⚫Anemia: Kekurangan sel darah merah atau kadar hemoglobin rendah, sehingga tubuh kekurangan oksigen dan mudah lelah. • Hipertensi & Hipotensi: Gangguan tekanan darah di atas normal (hiper) atau di bawah normal (hipo). ⚫Hemofilia: Kelainan genetika turun-temurun di mana darah penderita sangat sukar membeku saat terjadi luka luar. ⚫Arteriosklerosis: Pengerasan pembuluh nadi arteri yang diakibatkan oleh penimbunan zat kapur atau plak lemak. Semangat Belajar Biologi Bersama @Belajarer Jaga Jantungmu, Jaga Kesehatanmu! Biologi XI Sistem Sirkulasi Manusia Catatan oleh @Belajarer
コメント
コメントはまだありません。