Bahasa Indonesia
高校生
tolong jawab
1. Setelah membaca dengan saksama teks anekdot "Disiplin Nomor Satu", menurut Anda
apakah kritik yang ingin disampaikan melalui teks anekdot tersebut?
2. Melalui aktivitas membaca cermat yang telah Anda lakukan, apakah teks anekdot
"Disiplin Nomor Satu" memiliki struktur yang lengkap? Tuliskan struktur teks tersebut.
3. Analisislah kaidah kebahasaan teks anekdot "Disiplin Nomor Satu" dengan mengisi
tabel berikut.
Aspek Kebahasaan
Bukti dalam Teks
CO
m
No.
a.
Kalimat yang menyatakan
peristiwa lampau
b.
Pertanyaan retoris
C.
Majas sindiran
d.
Kata kerja aksi
e.
Konjungsi urutan waktu
f. Kalimat perintah
4. Jika dikaitkan dengan kehidupan saat ini, apakah hal penting yang dapat dipetik dari
teks anekdot "Disiplin Nomor Satu"?
5. Anda adalah peserta didik SMK yang nantinya harus siap mengabdikan diri di
masyarakat dengan berbekal pengetahuan dan keterampilan. Tuliskan hal-hal yang
dapat Anda lakukan untuk melatih kedisiplinan diri sendiri.
SOAL TIPE AKM
Pada kegiatan ini, Anda akan mengerjakan soal-soal
masing-masing berjumlah ti
teks anekdot tersebut adalah
A.
B.
Persahabatan hendaknya dijaga
dan jangan sampai mengingkari
janji.
Janganlah mudah percaya kepada
orang lain, apalagi jika baru kenal.
D.
E.
pergaulan agar tidak mel
diri sendiri.
Hendaknya kita selalu waspada
terhadap segala kemungkinan.
Jangan berani membuat janji jika
tidak yakin bisa menepati.
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat.
Bacalah dengan cermat teks anekdot berikut untuk menjawab soal nomor 1-5.
Disiplin Nomor Satu
Anto adalah lulusan SMK Generasi Hebat. Saat ini, dia bekerja di sebuah perusahaan
manufaktur yang cukup besar di kotanya. Suatu hari, Anto dimarahi habis-habisan oleh
supervisornya yang bernama Amin gara-gara terlambat 30 detik.
"Maaf, Pak. Tadi, ban sepeda motor saya kempes. Saya harus menuntun hingga 30
menit sebelum akhirnya menemukan tukang tambal ban," Anto memberi penjelasan.
"Kalau kamu berangkat lebih pagi dari rumah, pasti kamu tidak terlambat.
Seharusnya kamu memperhitungkan segala kemungkinan," Pak Amin tidak mau
menerima alasan Anto.
"Sekali lagi saya minta maaf, Pak."
"Dulu, kamu saya rekomendasikan diterima bekerja di sini karena sekolahmu
terkenal sebagai sekolah pencetak anak-anak disiplin. Seharusnya, kamu membawa
nama baik sekolahmu, bukan justru sebaliknya," tegas Pak Amin.
Anto menunduk, mengiyakan. Setelah itu, Pak Cahyo, manajer produksi, datang
menghampiri mereka.
"Pak Amin, kenapa laporan yang saya minta belum diantar ke ruangan? Saya sudah
minta sejak kemarin. Ini sudah sangat terlambat. Saya bisa kena marah Big Boss. Apa
Pak Amin lupa jika di perusahaan ini kedisiplinan pegawai nomor satu?" Pak Cahyo
terlihat marah.
"Iya, maaf, Pak. Belum selesai saya kerjakan karena saya sibuk mengurusi pegawai
yang tidak disiplin. Ini contohnya, Pak," Pak Amin menunjuk Anto.
Tiba-tiba, datang Pak Ganjar, pimpinan perusahaan.
"Pak Cahyo, saya sudah menunggu selama 1 jam di ruangan. Kenapa Pak Cahyo
malah di sini?" tanpa basa-basi Pak Ganjar langsung marah.
"Eh, maaf, Pak. Saya sedang mengurus supervisor yang tidak disiplin," Pak Cahyo
salah tingkah.
"Sekarang, Pak Cahyo ke ruangan saya!" Pak Ganjar semakin tegas dan tidak mau
mendengar alasan Pak Cahyo.
Diam-diam, Anto pergi sambil menepuk jidatnya.
Bab 2 | Santun Menyampaikan Kritikan
73
回答
まだ回答がありません。
疑問は解決しましたか?
この質問を見ている人は
こちらの質問も見ています😉