Religion
中学生

rangkum yang pentingnya

08.32 ← CamScanner 01-... LTE .ill 77% 9 Islam sehingga ia menjadi ulama bagi banyak sahabat. Lalu, apa yang dapat kita teladani dari kisah Umar bin Khattab R.A. dan Aisyah R.A.? Ayo simak materi berikut dengan saksama. Pembahasan Materi A. Umar bin Khattab R.A. 1. Kisah Umar bin Khattab R.A. Abu Hafsh Umar Al-Faruq bin Khattab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Adi bin Ka'ab bin Lu'aiy bin Ghalib Al-Quraisy merupakan nama dan jalur nasab dari Umar bin Khattab R.A. la mendapatkan gelar Al-Faruq dari Nabi Muhammad Saw. yang berarti pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Hal tersebut dikarenakan Umar bin Khattab R.A. adalah orang yang sangat tegas dan berani dalam membela kebenaran. Umar bin Khattab R.A. dilahirkan tiga belas tahun setelah tahun gajah. la memiliki ciri-ciri fisik berkulit putih, tinggi tegap, serta berbadan besar dan kuat. Ketika kecil, ia mendapatkan pendidikan yang keras dari ayahnya yang bernama Khattab. Setiap hari, Umar bin Khattab R.A. diminta untuk menggembala unta. Jika ada pekerjaannya yang kurang memuaskan, ayahnya akan menghukumnya. Hal itulah yang kemudian membuat Umar bin Khattab R.A. memiliki sifat keras dan tegas. Pada masa jahiliyah, Umar bin Khattab R.A. termasuk orang yang sangat keras menentang ajaran Islam. la termasuk orang yang paling banyak menyakiti dan bersikap kasar terhadap umat Islam. Karena sikapnya tersebut, banyak kaum muslimin yang putus asa dan merasa bahwa Umar bin Khattab R.A. tidak akan masuk Islam. Namun, berkat doa Nabi Muhammad Saw. dan hidayah dari Allah Swt., Umar bin Khattab R.A. memutuskan untuk masuk Islam. Umar bin Khattab R.A. menjadi contoh bahwa orang yang memiliki perangai buruk sekalipun memiliki kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik. Umar bin Khattab R.A. merupakan khalifah kedua dalam Islam sepeninggal Rasulullah Saw. Masa pemerintahannya disebut sebagai Futūḥat Islamiyyah (Pembuka Islam) karena banyak perjuangan yang dilakukannya demi memajukan Islam. Selama memeluk Islam, Umar bin Khattab R.A. menjadi orang yang taat dan setia kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya. la selalu mengajak kaum Quraisy untuk memeluk Islam dengan cara mendatangi rumah-rumah para tokoh Quraisy dan mengikuti CS Dipindai denga Dipindai den nne = setiap peperangan. Sagas, berani, dan tubuh karnyalah yang membuat dirinya disegani dan didengar oleh banyak orang
Umar bin Khattab R.A. merupakan khalifah kedua dalam slam sepeninggal Rasulullah Saw. Masa pemerintahannya disebut sebagai Futühat Islamiyyah (Pembuka Islam) karena banyak perjuangan yang dilakukannya demi memajukan Islam. Selama memeluk Islam, Umar bin Khattab R.A. menjadi orang yang taat dan setia kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya. la selalu mengajak kaum Quraisy untuk memeluk Islam dengan cara mendatangi rumah-rumah para tokoh Quraisy dan mengikuti CS Dipindai dengan CamScanner Akhlakul Karimah Umar bin Khattab R.A. dikenal sebagai "singa padang pasir karena keberaniannya ketika di medan perang. Bahkan, orang-orang kafir pun takut kepadanya. Maka, jadilah seperti Umar bin Khattab R.A. yang siap membela agama dengan seluruh jiwa dan raganya. setiap peperangan. Sifat tegas, berani, dan tubuh kekarnyalah yang membuat dirinya disegani dan didengar oleh banyak orang ketika berbicara. Selain tegas dan berani, Umar bin Khattab R.A. juga memiliki sifat cerdas dan rela berkorban untuk Islam, a. Keberanian Umar bin Khattab R.A. dalam membela Islam Masuknya Umar bin Khattab R.A. ke dalam Islam merupakan bukti bahwa Allah Swt. berkuasa atas siapa pun. Allah Swt. memuliakan Islam dengan meluluhkan hati Umar bin Khattab R.A. yang keras dan membuatnya bergabung ke dalam barisan kaum muslimin. Hal tersebut merupakan sebab dari doa Nabi Muhammad Saw. yang artinya, "Ya Allah, muliakan Islam dengan salah satu dari dua orang yang engkau cintai, yaitu Abu Jahal bin Hisyam atau Umar bin Khattab." Allah Swt. pun memilih Umar bin Khattab R.A. untuk menerima hidayah-Nya melalui bacaan ayat suci Al-Qur'an yang didengar oleh Umar bin Khattab R.A. dari rumah saudarinya, Fatimah. Masuknya Umar bin Khattab R.A. ke dalam Islam membuatnya semakin berani untuk menegakkan kebenaran. Keberaniannya yang pertama adalah datang ke perkumpulan- perkumpulan kaum kafir Quraisy yang la biasa duduk di sana dan mengumumkan keislamannya tanpa rasa takut sedikit pun Awalnya, kaum kafir Quraisy mampu melawan sosok Umar bin Khattab R.A., namun karena keberanian dan kekuatan Umar bin Khattab R.A. yang semakin besar, kaum kafir Quraisy merasa kewalahan. Mereka pun tidak lagi berani mengganggu sosok Umar bin Khattab R.A. Bahkan, ketika datang perintah Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. untuk berhijrah ke Madinah, Umar bin Khattab R.A menyatakan bahwa dirinya akan berhijrah dengan terang- terangan, di saat kaum muslimin yang lain melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Ketika itu, Umar bin Khattab R.A. menemui pemuka Quraisy dan berkata, "Siapa yang ingin ibunya mati sengsara, anaknya menjadi yatim, dan istrinya menjadi janda, silakan hadapi aku di balik lembah ini, dengan syarat tidak ada seorang pun yang menyertainya." Disebabkan oleh perkataannya itulah, tidak ada yang berani menghalangi hijrahnya Umar bin Khattab R.A. ke Madinah. Selain kaum kafir Quraisy, setan pun merasa takut untuk bertemu dengan Umar bin Khattab R.A. Dikisahkan bahwa suatu ketika, Rasulullah Saw. sedang bercams neremuan vann moningai.. cs Dipindai dengan CamScanner Rasulullah Saw. Tatkala Umar bin Khattab R.A. meminta izin untuk masuk dan bertemu dengan Rasulullah Saw., para
R.A. menemui pemuka Quraisy dan berkata, "Siapa yang ingin ibunya mati sengsara, anaknya menjadi yatim, dan istrinya menjadi janda, silakan hadapi aku di balik lembah ini, dengan syarat tidak ada seorang pun yang menyertainya." Disebabkan oleh perkataannya itulah, tidak ada yang berani menghalangi hijrahnya Umar bin Khattab R.A. ke Madinah. Selain kaum kafir Quraisy, setan pun merasa takut untuk bertemu dengan Umar bin Khattab R.A. Dikisahkan bahwa suatu ketika, Rasulullah Saw. sedang bercams neremuan vang moningai... cs Dipindai dengan CamS Rasulullah Saw. Tatkala Umar bin Khattab R.A. meminta izin untuk masuk dan bertemu dengan Rasulullah Saw, para perempuan tersebut segera menutup tirai dan merendahkan suaranya. Rasulullah Saw. pun tertawa melihat kejadian tersebut, sehingga Umar bin Khattab R.A. menanyakan tentang sesuatu yang baru saja terjadi. Rasulullah Saw. menjawab, "Aku heran melihat tingkah para perempuan itu, tatkala mereka mendengar suaramu lantas buru-buru mereka memasang tirai." Mendengar hal tersebut, Umar bin Khattab RA. pun bertanya kepada para perempuan tersebut, "Wahai para musuh jiwa-jiwa kalian, apakah kalian segan kepadaku sedangkan kalian tidak segan kepada Rasulullah Saw.?" Para perempuan pun menjawab, "lya, karena engkau lebih keras daripada Rasulullah Saw." Melihat hal tersebut, Rasulullah Saw. berkata kepada Umar bin Khattab R.A, "Wahai Ibnul Khattab, demi zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu denganmu di suatu jalan melainkan ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu." (H.R. Bukhari) b. Ketegasan Umar bin Khattab R.A. sebagai khalifah Setelah masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A, Umar bin Khattab R.A. diangkat menjadi khalifah kaum muslimin. Ketika menjadi pemimpin, la dikenal tegas dan adil dalam menegakkan kebenaran dan memberantas kezaliman. Dalam masalah perdagangan, Umar bin Khattab R.A. menjaganya dari hal-hal yang diharamkan. Umar bin Khattab R.A. bersikap tegas dengan orang-orang yang melakukan kezaliman di pasar, seperti melakukan praktik riba, jual beli barang haram, memalsukan barang, penipuan, memanipulasi harga, mencurangi timbangan, dan lain sebagainya. Dalam masalah keuangan, Umar bin Khattab R.A. menindak tegas orang yang memalsukan stempel baitulmal dan menikmati uang dari hasil pemalsuan tersebut. Orang tersebut dihukum cambukan sebanyak seratus kali pada hari itu, seratus kali pada keesokan harinya, dan seratus kali pada hari ketiga. Hal tersebut Umar bin Khattab R.A. lakukan agar mereka jera dan tidak ada yang meniru perbuatannya. Kisah lain mengenai ketegasan Umar bin Khattab R.A. adalah kisahnya dengan penjual susu, Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab R.A., ia melarang seseorang untuk menjual susu yang dicampur dengan air agar mendapatkan keuntungan lebih. Lalu pada suatu malam, ketika Umar bin Khattab R.A. sedang berkeliling di Kota Madinah, la bersandar pada Akhlakul Karimah "Aku tidak akan membiarkan orang tiran yang berbuat zalim kepada orang lain atau melanggar hak orang lain hingga pipi orang itu aku letakkan di atas tanah dan pipi sebelahnya aku injak dengan kakiku sampai la mau kembali pada kebenaran. Sebaliknya, kepada orang yang bersih dan mau hidup sederhana, aku akan menaruh pipiku di atas tanah." (Umar bin Khattab R.A.) Dipindai dengan CamS

回答

まだ回答がありません。

疑問は解決しましたか?